Apa Itu KATALIS Jatim? Program Kemitraan Industri dengan Startup untuk Transisi Hijau
- Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama New Energy Nexus Indonesia meluncurkan program Kemitraan Industri-Startup untuk Transisi Hijau atau KATALIS Jatim. Program ini dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi teknologi bersih dari startup.
KATALIS Jatim diluncurkan di Hotel Morazen Surabaya, Kamis, 30 Juli 2026. Ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama atau Perjanjian Kerja Sama di hadapan ratusan peserta berbagai sektor mulai dari pelaku industri, startup cleantech, lembaga keuangan hingga akademisi.
Direktur New Energy Nexus Indonesia Diyanto Imam mengatakan program ini tidak hanya berbentuk forum pertemuan, melainkan memiliki sejumlah tahapan untuk mewujudkannya. Dimulai dari pemetaan kebutuhan industri, identifikasi inovasi, kurasi hingga akselerasi, serta temu bisnis antara industri dan penyedia solusi.
"Kita akan memulai dengan pemetaan dulu untuk melihat bagaimana lanskap di Jawa Timur. Kita melihat apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang belum terjadi," ujar Diyanto kepada wartawan.
Setelah pemetaan selesai, ia menyampaikan, hasilnya akan diolah dan dibagikan kepada para pemangku kepentingan. Dari sanalah, kebutuhan industri akan dipertemukan dengan inovasi yang dinilai sesuai.
"Nanti kita akan bawa hasil pemetaan itu untuk diolah datanya. Setelah selesai, akan kita bagikan kepada semua stakeholder di Jawa Timur untuk duduk bersama," lanjutnya.
Diyanto mengatakan, mekanisme tersebut dibuat agar solusi dari startup tidak berjalan sendiri, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan industri di lapangan.
Lebih lanjut disampaikan Diyanto, ekosistem industri hijau tidak hanya menyasar industri besar. Melainkan juga memberi perhatian pada industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha kecil dan menengah (UKM).
"Kita ingin memastikan bahwa IKM dan UKM bisa masuk ke dalam ekosistem industri hijau di Jawa Timur," singkatnya.
Di kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Iwan menambahkan, Pemprov Jatim melihat program ini sebagai mitra strategis untuk mempercepat transformasi industri hijau.
Menurut dia, pemerintah nantinya akan melihat hasil pemetaan yang dilakukan melalui KATALIS untuk menentukan kebutuhan dan sektor yang perlu mendapat prioritas.