300 Personel Polisi Siaga Jelang Demo PSHT di Kantor DC Surabaya
- Naufal/Antara
Surabaya, VIVA Jatim-Polrestabes Surabaya menyiagakan sekitar 300 personelnya untuk mengawal aksi unjuk rasa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terkait kasus pembacokan dua petugas parkir yang diduga melibatkan debt collector (DC) di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto mengatakan, ratusan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik pengamanan, termasuk lokasi berkumpulnya massa. Polisi juga mengawal jalannya aksi agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan kondusif.
"Kami berharap penyampaian aspirasi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami juga mendorong teman-teman PSHT menyampaikan aspirasi di Polrestabes Surabaya karena di sana sudah ditampung oleh Bapak Kapolrestabes," kata Rosyid di Surabaya, Jumat, 31 Juli 2026.
Rosyid menambahkan, kepolisian telah menangani kasus pembacokan yang menjadi pemicu aksi tersebut. Sejumlah orang telah diamankan dan ditetapkan dalam proses penanganan perkara. Namun, satu tersangka lainnya masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan hingga kini masih diburu polisi.
Selain mengusut kasus pembacokan, Polrestabes Surabaya juga menyatakan akan melakukan penertiban terhadap debt collector ilegal. Polisi mendorong perusahaan pembiayaan atau finance menjalankan prosedur sesuai ketentuan agar persoalan penagihan tidak kembali memicu konflik di lapangan.
"Personel yang kami siagakan sekitar 300 anggota. Kami lakukan pengamanan secara persuasif, berupa penghalauan dan imbauan agar situasi tetap kondusif," imbuhnya.
Terkait adanya massa yang berkumpul di sebuah rumah di Surabaya, Rosyid menegaskan lokasi tersebut bukan kantor resmi maupun kantor perwakilan organisasi tertentu.
Menurutnya, rumah tersebut merupakan milik seorang warga asal Maluku. Massa yang berada di lokasi disebut hanya memberikan dukungan dan menjaga rumah tersebut sebagai bentuk solidaritas.
"Teman-teman di sana hanya menunjukkan solidaritas untuk berjaga di rumah tersebut. Tidak ada persiapan khusus terkait kejadian ini," kata Rosyid.
Polisi juga memastikan tidak melakukan penyekatan terhadap akses masuk ke Kota Surabaya. Pengamanan dilakukan dengan memantau serta mengawal pergerakan peserta aksi untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan mencegah potensi provokasi dari kelompok lain.
Kasus ini bermula pada Sabtu, 25 Juli 2026, dini hari. Sekelompok orang yang diduga merupakan debt collector mendatangi sebuah tempat hiburan di kawasan Jalan Basuki Rahmat untuk menarik kendaraan yang disebut menunggak cicilan.