Ribuan Massa Kepung Markas Debt Collector di Surabaya, Satu Anggota TNI Terluka Akibat Lemparan Batu

Polisi dan TNI Berjaga di Jalan Teuku Umar Amankan Demo PSHT di Markas Debt Collector.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Ribuan massa berpakaian serba hitam mengepung markas debt collector di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jumat, 31 Juli 2026. Ratusan personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi bentrokan maupun gangguan keamanan.

img_title Pelaku Pembacokan Valet Ambyar di Surabaya Menyerahkan Diri

Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.14 WIB, massa memadati ruas Jalan Kartini yang berjarak sekitar 500 meter dari markas debt collector. Mereka membawa bendera berbagai perguruan silat sambil menggeber sepeda motor yang ditumpangi.

Suasana sempat memanas ketika sejumlah peserta aksi diduga melempar batu ke arah barikade pengamanan dan melontarkan teriakan kepada pihak debt collector yang berada di sekitar lokasi.

img_title Polrestabes Surabaya Tangkap 3 Penyerobot Ruko Ngagel Asal Sampang

Akibat insiden tersebut, seorang personel TNI dilaporkan mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Meski demikian, aparat gabungan tetap bertahan di posisinya untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan.

Sejumlah pertokoan, perkantoran, hingga restoran di kawasan Jalan Teuku Umar memilih menutup operasional lebih awal. Warga juga menutup pagar lingkungan permukiman sebagai langkah antisipasi.

img_title Residivis Narkoba di Surabaya Ditangkap Lagi, Simpan 14 Paket Sabu Siap Edar

Petugas gabungan membentuk barikade di depan markas debt collector dan melakukan penjagaan di sejumlah titik untuk menghalau massa memasuki area yang menjadi sasaran aksi.

Aksi tersebut sebelumnya telah diberitahukan kepada kepolisian. Berdasarkan surat pemberitahuan penyampaian pendapat di muka umum yang beredar di media sosial melalui akun Instagram @pshtnews, aksi damai itu digelar oleh komunitas Arush Bawah PSHT Jawa Timur.

Dalam surat bernomor 022/AD-PSHT/VII/2026 yang ditujukan kepada Kapolrestabes Surabaya disebutkan aksi dimulai pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di markas debt collector di Jalan Teuku Umar, kemudian dilanjutkan menuju Mapolrestabes Surabaya.

Massa menyatakan aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum debt collector. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum segera menangkap dan mengadili pihak yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap Feri (25) dan Didik (28), dua petugas valet parkir di tempat hiburan Ambyar.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi. Situasi tetap dalam pengamanan ketat dan arus lalu lintas di sekitar Jalan Teuku Umar mengalami kepadatan.