Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Gresik, Fasilitas dan MPLS Jadi Fokus Pemerintah
- Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim-Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf meninjau langsung pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), fasilitas pendidikan, serta pembentukan karakter siswa berjalan sesuai harapan pemerintah.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Sosial Gresik, Ummi Khoiroh. Selain melihat sarana dan prasarana di kawasan sekolah seluas 6,5 hektare, ia juga berdialog langsung dengan para siswa.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Gresik menampung 405 siswa yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah tersebut juga menerima siswa dari Kabupaten Lamongan serta siswa dari SRMA 37 Gresik.
Dalam peninjauannya, Gus Ipul menyaksikan pelaksanaan MPLS yang melibatkan personel TNI, Polri, dan para pendamping. Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat gotong royong para siswa sejak awal mereka memasuki lingkungan sekolah.
"Kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun semangat gotong royong. Melalui keterlibatan personel Taruna Bakti TNI, Polri, dan para pendamping, siswa akan mendapatkan pembinaan karakter, keteladanan, serta penguatan disiplin melalui berbagai kegiatan, seperti kepramukaan, baris-berbaris, menjaga kerapian, merawat barang pribadi, hingga membiasakan hidup tertib dalam mengikuti proses belajar," ujarnya.
Gus Ipul mengatakan, proses adaptasi di gedung permanen Sekolah Rakyat berjalan dengan baik meski masih terdapat sejumlah penyesuaian, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
"Alhamdulillah, pelaksanaan MPLS di seluruh titik Sekolah Rakyat berlangsung baik. Pada tahap awal memang masih ada proses adaptasi, baik bagi guru maupun siswa. Dengan fasilitas yang tersedia, kami berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih berkualitas," katanya.
Menurut Gus Ipul, siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal.
"Mereka adalah anak-anak istimewa yang hadir di Sekolah Rakyat melalui proses penjangkauan. Karena itu, negara harus memberikan kesempatan yang sama agar mereka memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik," ungkapnya.