Mas Dhito Minta Camat Awasi Perubahan Desil Warga agar Bantuan Tepat Sasaran

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito.
Sumber :
  • Prokopim Pemkab Kediri.

Kediri, VIVA Jatim – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito meminta para camat se Kabupaten Kediri agar memantau ketat perubahan data desil warga, agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah tepat sasaran.

img_title Buka Acara LBB, Mas Dhito Sampaikan Dua Pesan Penting untuk para Siswa

Data kesejahteraan masyarakat yang tepat juga menjadi acuan dalam merealisasikan program kesehatan gratis, apalagi karena adanya data terhapus sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

"Banyak laporan yang masuk desilnya tertukar. Dampaknya orang yang seharusnya mendapatkan bantuan tidak mendapatkan bantuan," kata Mas Dhito dalam pertemuan dengan Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kediri, Senin kemarin, dikutip VIVA Jatim pada Selasa, 4 Agustus 2026.

img_title Mas Dhito Beri Beasiswa pada Pelajar Peraih Medali Emas LKS Nasional 2026

Ketika ditemukan ketidaksesuaian pendataan desil dengan kondisi di lapangan, Mas Dhito menyebut perlunya ada langkah perbaikan data.

"Data menjadi kata kunci dalam mengambil kebijakan walaupun sifatnya kita usulan. Usulan dari kita ke Kementerian Sosial kemudian Kementerian Sosial yang menentukan desilnya," terangnya.

img_title Membangun Strategi Pencegahan HIV Berbasis Pendidikan

Mas Dhito menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, namun terkendala persoalan administrasi. Terutama dalam pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu kebutuhan dasar warga.

Terlebih, lanjut Mas Dhito, sektor kesehatan merupakan program prioritas di masa pemerintahannya. Pada sektor ini, pihaknya pun terus menggenjot peningkatan mutu layanan kesehatan di setiap tingkatan fasilitas kesehatan.

Begitu pula dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) atau sistem penjaminan kesehatan bagi warga.

"Pelayanan kesehatan hati-hati betul, jangan sampai ada unsur apalagi anggapan bahwa kita abai," ungkap Mas Dhito.

Laporan: Nurma Ayu Kusuma Putri/Kediri Raya