Viral Ratusan Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Tuban Mogok Kerja Gegara Upah Belum Dibayar

Para pekerja proyek
Sumber :
  • VIVA Jatim/Imron

Tuban, VIVA Jatim – Ratusan buruh yang bekerja di proyek Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban menggelar aksi mogok kerja. Video ratusan buruh pekerja mogok kerja itupun viral di media sosial.

img_title 18 Koalisi Buruh Bertemu Cak Imin, Bawa Draft UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Para pekerja itu berhenti bekerja diduga karena gaji mereka belum dibayar. Aksi mogok yang berlangsung di kawasan proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban itu diketahui berlangsung pada Senin 03 Agustus 2026.

Dalam video yang beredar, para pekerja yang datang dengan membawa perlengkapan kerja memilih menghentikan aktivitas dan berkumpul di salah satu ruangan proyek sambil menunggu kejelasan dari pihak pelaksana. Diketahui Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban itu dibangun PT Waskita Karya.

img_title Soal Aksi Mogok Kerja Pekerja Proyek SR di Tuban, Waskita Karya: Gaji Sudah Dibayar Semua

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid saat dikonfirmasi perihal video ink mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja proyek tersebut.

Dia menyebut, untuk proyek Sekolah Rakyat sebaiknya ditanyakan oleh Kadinsos karena Dinsos yang bisa memberikan klarifikasi.

img_title Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Gresik, Fasilitas dan MPLS Jadi Fokus Pemerintah

"Sampai dengan saat ini belum ada laporan pekerjaan dan mungkin ini bisa ditanyakan oleh Pak Kadinsos," kata Rohman.

Hal senada juga disampaikan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur Sub Korwil Tuban, Erny Kartikasari juga mengaku belum menerima laporan resmi sehingga dirinya masih belum dapat melakukan penanganan.

"Belum ada laporan masuk ke saya. Jadi belum bisa menjawab sebelum kami konfirmasi," kata Erny Kartikasari.

Sementara hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra juga belum memberikan tanggapan terkait aksi mogok kerja maupun dugaan keterlambatan pembayaran upah para pekerja.