Ziarah ke Makam Bung Karno, Pramuka Tak Boleh Kehilangan Akar Sejarah
- Istimewa
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, gotong royong, dan cinta tanah air terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Kehadiran Ketua Kwarnas di Blitar meneguhkan bahwa Gerakan Pramuka tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan bangsa. Dari tempat inilah kita belajar bahwa membangun Indonesia membutuhkan semangat, keteladanan, dan perjuangan yang tidak pernah berhenti," kata Arum Sabil.
Arum Sabil menambahkan, di tengah derasnya perkembangan arus informasi dan perubahan zaman, Pramuka harus mampu mengambil peran lebih besar. Gerakan Pramuka tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi kekuatan yang mampu menjawab tantangan generasi muda di era digital.
"Pramuka harus hadir di tengah perkembangan zaman. Kita perlu melestarikan sejarah sekaligus menghadirkan pendidikan kepramukaan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Anak-anak muda harus memahami akar sejarah bangsanya agar memiliki pijakan kuat dalam menghadapi masa depan," ujarnya.
Arum Sabil menambahkan, ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar menjadi penanda bahwa peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak sekadar dirayakan melalui kegiatan seremonial.
"Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ajakan untuk kembali menengok sejarah, menghormati para pendahulu, sekaligus memastikan Gerakan Pramuka terus bergerak melahirkan generasi yang berkarakter, berjiwa kebangsaan, dan siap mengabdi bagi Indonesia," pungkasnya.