Jatim Jadi Provinsi dengan Peserta PJJ Terbanyak, 109 Anak Siap Kembali Bersekolah
- Rachmad Fahrizal Tito
Peserta program juga akan memperoleh modul pembelajaran, bantuan kuota internet, akun Belajar.id, akses Learning Management System (LMS), layanan konsultasi bersama guru pendamping secara daring maupun tatap muka, hingga ijazah yang memiliki kesetaraan dengan sekolah reguler.
Aries berharap program tersebut mampu menekan angka anak tidak sekolah di Jawa Timur.
"Harapannya semakin banyak siswa yang mengikuti program ini sehingga jumlah anak tidak sekolah dapat terus berkurang," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan Program PJJ merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh layanan pendidikan.
"PJJ adalah bentuk jawaban dari doa dan harapan, PJJ adalah jembatan meraih cita-cita. PJJ ini adalah bentuk negara menjemput bola, tidak hanya sekadar hadir tapi negara menjemput bola," kata Fajar.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menambahkan program tersebut dikembangkan bersama Universitas Terbuka dan SEAMEO SEAMOLEC guna menjamin mutu pembelajaran.
Menurut Tatang, hingga kini Kemendikdasmen telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 calon peserta PJJ. Setelah melalui proses verifikasi, sekitar 700 anak dipastikan merupakan Anak Tidak Sekolah dan siap mengikuti pembelajaran.
Pemerintah berkomitmen terus memperluas jangkauan Program PJJ melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak anak Indonesia dapat kembali memperoleh hak atas pendidikan.