Apresiasi Kapal Penolong, INSA Minta Respons Penyelamatan Diperkuat Usai Tragedi Mutiara Sentosa II
- VIVA Jatim/Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Dewan Pimpinan Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA) menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu, 2 Agustus 2026. INSA juga memuji kesigapan nakhoda dan awak kapal yang turut memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi para penumpang.
Wakil Ketua Bidang Ro-Ro dan Car DPP INSA Rakhmatika Ardianto mengatakan, awak kapal telah berupaya melakukan penanganan keadaan darurat dan penyelamatan penumpang semaksimal mungkin.
"Para penumpang terlihat telah menggunakan jaket keselamatan dan berkumpul pada bagian kapal yang masih memungkinkan untuk menunggu proses evakuasi," kata Rakhmatika, Rabu, 5 Agustus 2026.
Rakhmatika mengatakan, penilaian secara menyeluruh mengenai pelaksanaan prosedur keselamatan dalam musibah tersebut tetap harus menunggu hasil investigasi resmi.
DPP INSA juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban meninggal dunia, korban luka, serta seluruh penumpang dan awak kapal yang terdampak dalam musibah tersebut.
Selain itu, INSA menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nakhoda dan awak kapal yang dengan cepat memberikan pertolongan.
Apresiasi tersebut diberikan kepada awak KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Transco Arafura, KM Meratus Project 3, KM Icon Daniel, KM Selaras Mas, KM Prakarsa Mas, KM SC Aila XVII, dan KM British Mentor.
Penghargaan juga disampaikan kepada seluruh unsur pemerintah dan tim SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi. Mereka di antaranya KN SAR 249 Permadi, KN Grantin P.211, KN Masalembo, KRI Nala-363, dan KRI Bung Hatta-370.
Apresiasi turut diberikan kepada petugas Basarnas, KPLP, TNI Angkatan Laut, kepolisian, syahbandar, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur lainnya yang terlibat dalam penanganan musibah.
"Namun, kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi secara cermat, dan menjadi momentum perbaikan bagi seluruh stakeholder," ucapnya.
Rakhmatika juga mengusulkn agar kapal-kapal rescue milik Basarnas, KPLP, dan unsur penjagaan laut lainnya ditempatkan secara lebih tersebar di wilayah-wilayah strategis. Penempatan itu dinilai penting, terutama di sekitar jalur pelayaran yang padat dan wilayah perairan terluar yang jauh dari pangkalan utama.