Menu MBG di Desa Beloh Mojokerto Ditolak, Ikan Nila Dinilai tak Segar

Guru Mengecek Menu MBG yang Ditolak Sejumlah Sekolah di Desa Beloh Mojokerto.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, mendapat penolakan dari sejumlah penerima manfaat pada Selasa, 11 Agustus 2026.

img_title Satu Korban Ledakan SPPG Mojokerto Meninggal, Jenazah Disambut Isak Tangis Keluarga

Penolakan terjadi setelah paket MBG yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Beloh menyajikan ikan nila presto, sayur sop, perkedel, nasi, dan buah salak.

Di MI An-Nur Beloh, sebagian besar siswa dan guru memilih tidak mengonsumsi menu tersebut. Dari 137 penerima manfaat yang terdiri atas 124 siswa dan 13 guru, hanya enam paket yang dilaporkan dikonsumsi.

img_title Ledakan SPPG Medali Mojokerto, Tiga Teknisi Gas Luka Bakar hingga 90 Persen

Kepala MI An-Nur Beloh, Nurodi, mengatakan sebagian besar paket MBG kemudian dikembalikan ke SPPG Beloh dalam kondisi masih utuh.

“Karena menunya tidak sesuai seperti biasanya. Ikannya sebagian bau, kurang paham baunya seperti apa. Seperti ikan asin gitu,” kata Nurodi kepada wartawan, Selasa, 11 Agustus 2026.

img_title Ledakan Elpiji di SPPG Medali Mojokerto Sebabkan Lima Orang Terluka

Menurut dia, kondisi ikan tersebut membuat siswa dan guru enggan menyantap makanan yang telah dibagikan.

“Kami berharap ke depannya tidak seperti ini, menunya lebih baik lagi,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Kepala SDN Beloh, Khurin. Ia menilai kualitas ikan nila yang menjadi menu utama MBG pada hari itu kurang memuaskan. Khurin mengaku telah mencicipi ikan nila, perkedel, dan sayur sop sebelum memberikan penilaian terhadap makanan tersebut.

“MBG hari ini kurang memuaskan. Tadi itu menunya ikan nila tapi kering dan tidak fresh (segar),” kata Khurin.

Menurut Khurin, kondisi ikan yang diterima berbeda dengan ikan segar yang diolah dengan baik. Ia menduga kualitas bahan baku ikan menjadi salah satu penyebab.

“Rasa ikannya kalau dirasa-rasakan tidak enak. Mungkin belinya tidak fresh. Kalau fresh terus digoreng atau dipresto itu kelihatan cantik, dagingnya tidak hilang. Tadi itu dagingnya hilang sehingga kelihatan tulangnya,” ujarnya.

Selain ikan nila, Khurin menyoroti rasa sayur sop yang menurutnya kurang sesuai.

“Sop sepertinya tidak ada kaldu, rasanya ya asin manis tapi tidak ada kaldu,” katanya.

Berbeda dengan MI An-Nur, SDN Beloh tidak mengembalikan paket MBG ke SPPG. Pihak sekolah memilih meminta siswa yang tidak ingin mengonsumsi makanan tersebut membawa pulang paketnya.

Halaman Selanjutnya
img_title