Kawanan Maling Bobol Brankas Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto Pakai Google Maps untuk Petakan Lokasi

Jumpa Pers Kasus Maling Brankas Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim-Polisi mengungkap aksi kawanan pencuri yang membobol brankas berisi uang tunai di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku terlebih dahulu memetakan lokasi target menggunakan Google Maps dan Google Earth.

img_title Kecelakaan Maut Gadis di Mojokerto Tewas Terlindas Truk, Begini Kronologinya

Tiga orang telah ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka yakni Muis Afandi Tuarita (43), warga Kelurahan Namaelo, Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah; Hendra (33), warga Kelurahan Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis; serta Sumarmo (50), warga Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Namun, Sumarmo bukan pelaku yang ikut membobol brankas. Dia berperan menyediakan sarana berupa mobil yang digunakan komplotan untuk beraksi. Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

img_title Berkas Perkara Dilimpahkan ke Kejaksaan, Badut Mojokerto Bunuh Mertua dan Aniaya Istri Segera Disidang

“Dari keterangan dua pelaku yang berhasil diamankan, didapatkan fakta bahwa pelaku berjumlah empat orang dan dua lainnya masih dalam status DPO atau belum tertangkap,” kata Waka Polres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada saat konferensi pers, Rabu, 12 Agustus 2026.

Grandika mengatakan, para pelaku diduga merupakan sindikat pencurian brankas yang menyasar perkantoran. Mereka menggunakan Google untuk mencari lokasi yang dianggap potensial dijadikan target.

img_title Polres Mojokerto Kota Ungkap 12 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba

Menurut dia, para pelaku terlebih dahulu mencari kantor-kantor melalui aplikasi Google. Setelah menemukan lokasi yang dianggap sesuai, mereka kemudian mencari informasi mengenai kantor tersebut, termasuk apakah sebelumnya pernah menjadi sasaran pencurian.

“Jadi caranya yang bersangkutan itu hunting kantor-kantor lewat aplikasi Google yang kira-kira berpotensi untuk bisa dimasuki. Kemudian nanti akan dicari beritanya. Misalnya lokasi A, dicari beritanya, apakah itu sudah pernah kebobolan atau belum? Kalau misalnya sudah pernah, dia tidak akan melakukan di situ lagi,” jelasnya.

Salah satu pertimbangan pelaku dalam memilih lokasi adalah keberadaan kantor yang berdekatan dengan area persawahan. Kondisi tersebut dinilai memudahkan mereka masuk ke lokasi tanpa terdeteksi.

Para pelaku kemudian menganalisis kondisi lokasi menggunakan Google Earth dan Google Maps. Dari citra yang tersedia, mereka memetakan posisi bangunan dan memperkirakan akses masuk.

“Di Google Maps kan ada foto itu. Foto-foto itu kemudian diprofiling sehingga bisa diperkirakan. Oh, kira-kira kantor utamanya di sini. Nah, mereka masuk ke lokasi ya di jam-jam pagi, jam sekitar jam 03.00,” ujar Grandika.

Halaman Selanjutnya
img_title