Kawanan Maling Beraksi Lintas Provinsi Sebelum Bobol Brankas di Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto

Pelaku Pembobol Brankas Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto saat Digiring Polisi.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim-Kawanan pencuri yang ditangkap Polres Mojokerto setelah membobol brankas di Universitas KH Abdul Chalim, Mojokerto, diduga merupakan sindikat pencurian profesional. Polisi menyebut lima orang yang terlibat dalam komplotan tersebut dan telah beraksi di lintas porovinsi.

img_title Kecelakaan Maut Gadis di Mojokerto Tewas Terlindas Truk, Begini Kronologinya

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wildhann mengatakan, berdasarkan keterangan para tersangka, komplotan tersebut mengaku pernah beraksi di sejumlah daerah, termasuk Sumatera, Bengkulu, hingga Jakarta. Namun, tidak semua aksi mereka membuahkan hasil.

“Seluruh Indonesia. Jadi pengakuan tersangka ini ada beberapa TKP yang belum ada hasil. Ada di Sumatera, ada di Bengkulu juga. Cuma mungkin tidak ada hasil di sana. Ada hasilnya di Jakarta. Nah, makanya kita juga mau koordinasi dengan polda setempat terkait mereka,” kata Aldhino saat konferensi pers, Rabu, 12 Agustus 2026.

img_title Berkas Perkara Dilimpahkan ke Kejaksaan, Badut Mojokerto Bunuh Mertua dan Aniaya Istri Segera Disidang

Tiga pelaku yang telah ditangkap yakni Muis Afandi Tuarita (43), warga Kelurahan Namaelo, Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah; Hendra (33), warga Kelurahan Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis; dan Sumarmo (50), warga Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya.

Namun, Sumarmo tidak terlibat langsung dalam pembobolan brankas. Ia berperan menyediakan kendaraan berupa mobil yang digunakan komplotan untuk menjalankan aksinya.

img_title Polres Mojokerto Kota Ungkap 12 Kasus dalam Operasi Tumpas Narkoba

Polisi juga mendalami aksi komplotan tersebut di wilayah Tuban yang disebut membuahkan hasil. Aldhino mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Polres Tuban untuk memastikan keterlibatan para pelaku.

“(Uang yang dicuri di Tuban?) Rp15 juta. Kita akan konfirmasi dengan pihak-pihak kepolisian yang pernah ada kejadian ini. Mungkin nanti akan kita catat dalam berkas perkara,” ujarnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, kelima anggota komplotan tersebut merupakan residivis. Empat di antaranya pernah terlibat kasus pembobolan brankas, sedangkan Sumarmo merupakan residivis dalam kasus berbeda.

“Semua residivis kasus yang sama. Hanya Sumarmo kasus berbeda, di mana Sumarmo berperan sebagai penyedia sarana dalam kasus ini,” kata Aldhino.

Aksi pembobolan brankas di Kampus KH Abdul Chalim, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Mojokerto, terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026 dini hari. Empat pelaku datang menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi B 2859 KIH yang disiapkan Sumarmo.

Halaman Selanjutnya
img_title