Uang Hasil Bobol Brankas Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto Ludes untuk Foya-foya dalam Sepekan
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Kawanan pencuri yang membobol brankas Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, langsung membagikan uang hasil kejahatan mereka. Uang tunai ratusan juta rupiah itu kemudian digunakan untuk berfoya-foya selama sepekan di Yogyakarta dan Jakarta.
Polisi telah menangkap tiga dari lima pelaku pencurian tersebut. Mereka adalah Muis Afandi Tuarita (43), warga Kelurahan Namaelo, Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Hendra (33), warga Kelurahan Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis dan Sumarmo (50), warga Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Ketiganya ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto yang dipimpin Iptu Sukron Makmun. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Sumarmo diketahui tidak terlibat langsung dalam pembobolan brankas. Ia berperan menyediakan dan menyewakan mobil yang digunakan komplotan untuk menjalankan aksinya.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wildhan mengatakan, berdasarkan pengakuan para tersangka, uang yang digasak dari brankas mencapai Rp870 juta. Namun, pihak kampus melaporkan kerugian sebesar Rp1,4 miliar.
“Jadi ini ada perbedaan jumlah (uang) dari yang dilaporkan oleh pihak korban,” kata Aldhino dalam konferensi pers, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Aldhino, uang hasil pencurian kemudian dibagi sesuai peran masing-masing pelaku. Muis, yang diduga sebagai otak sekaligus eksekutor pembobolan brankas, mendapat bagian terbesar.
“Tersangka Muis itu sendiri mendapat Rp250 juta. Nah, sisanya itu dibagi kepada empat orang, ada yang Rp150 juta dan ada yang Rp120 juta. Ditambah Rp30 juta untuk Sumarmo. Jadi, sampai genap totalnya Rp870 juta,” ujarnya.
Polisi menyebut uang hasil pencurian tersebut kini hampir seluruhnya telah habis. Hanya tersisa Rp5 juta yang berhasil diamankan sebagai barang bukti.
“Nah, untuk posisi uangnya sekarang sudah habis. Kita masih melakukan pendalaman terkait barang-barang apa yang mungkin sudah dibeli. Mungkin juga ada beberapa yang sudah ditransfer ke orang-orang yang lain,” ungkap Aldhino.
Muis membenarkan bahwa sebagian besar uang hasil pencurian digunakan untuk berfoya-foya. Kepada wartawan, ia mengaku menghabiskan uang tersebut di tempat hiburan malam di Yogyakarta dan Jakarta selama sepekan.