Menteri Amran Beri Traktor ke Wisudawan Unesa, Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Pertanian

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat Menghadiri Wisuda Universitas Negeri Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri prosesi wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mewisuda 1.514 lulusan di Graha Unesa, Lidah Wetan, Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026.

img_title Kala Kadindik Jatim Aries Paewai Pamer Keahlian Main Drum di Hari Pramuka

Dalam kunjungan tersebut, Amran menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa untuk pengembangan bibit kedelai unggul. Ia juga memberikan bantuan alat pertanian berupa traktor kepada salah satu wisudawan.

Amran mengatakan Unesa dipilih sebagai salah satu mitra karena memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan komoditas kedelai. Kerja sama tersebut mencakup penyediaan bibit, alat pertanian, hingga penelitian yang dilakukan oleh akademisi.

img_title Unesa Dukung Program SNT, Perkuat Mutu Pembelajaran di Wilayah 3T

“Kita langsung tanda tangan tadi MoU. Kedelai punya lahan Unesa 56 hektare. Kami berikan bibit gratis, ada traktor roda empat, itu gratis,” ujar Amran.

Menurutnya, para dosen Unesa nantinya akan melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas kedelai. Ia menargetkan produksi dapat mencapai 3,5 hingga 5 ton per hektare.

img_title Mahasiswa Unesa Ciptakan Buku Interaktif Zuan dan Wony untuk Kenalkan Gaya Hidup Zero Wasten

“Semua bibit untuk 56 hektare kami beli, off-taker-nya Kementerian. Hasilnya diberikan gratis kepada masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Amran menjelaskan kerja sama serupa juga dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi lain sesuai dengan keunggulan masing-masing.

Institut Pertanian Bogor (IPB), misalnya, dilibatkan dalam pengembangan komoditas padi dengan dukungan anggaran Rp250 miliar. Sementara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendapat dukungan Rp10 miliar untuk pengembangan bibit jagung. Kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kita bagi tergantung keunggulan perguruan tingginya. Daripada beli produk dari luar negeri, kita harus bangga dengan produk perguruan tinggi. Kalau triple helix pemerintah, industri, akademisi berjalan baik, negara ini sangat kuat,” tegas Amran.

Ia juga menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam program pertanian melalui kegiatan magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mahasiswa nantinya dapat mengikuti program magang selama empat bulan yang dapat dikonversikan dengan beban satuan kredit semester (SKS) tertentu.

Selain itu, Kementerian Pertanian tengah mendorong pembentukan Brigade Pangan untuk mengubah pola pertanian tradisional menjadi pertanian modern dengan dukungan alat dan mesin pertanian.

“Satu grup 15 orang mengelola 200 hektare. Alat pertanian bernilai miliaran rupiah diberikan gratis. Brigade Pangan bertujuan meningkatkan indeks tanam hingga dua tiga kali lipat, produktivitas naik, dan biaya turun hingga 60 persen,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title