Ledakan SPPG Medali Mojokerto, Tiga Teknisi Gas Luka Bakar hingga 90 Persen
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Sebanyak lima orang menjadi korban ledakan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. Dari lima korban tersebut, tiga di antaranya merupakan teknisi yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas di area dapur SPPG.
Ketiganya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan hingga 90 persen. Ketiga teknisi itu yakni Edy Suyanto, Kwin Lan, dan Piter Nando.
Plt Kepala Puskesmas Puri, dr Nurul Maslikhanah, mengatakan Edy Suyanto telah dirujuk dari Rumah Sakit Gatoel, Kota Mojokerto, ke RSUD Dr Soetomo Surabaya karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.
“Yang di RS Gatoel tadi pagi korban atas nama Edy dirujuk ke RS Soetomo karena luka 90 persen. Satu masih dirawat di RS Gatoel dengan luka 45 persen,” kata Nurul kepada wartawan, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sementara itu, Kwin Lan masih menjalani perawatan di RS Gatoel. Kwin mengalami luka bakar sekitar 45 persen. Adapun Piter Nando menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah. Piter mengalami luka bakar sekitar 65 persen dan direncanakan mendapat rujukan ke rumah sakit tipe A.
“Yang di RSI Sakinah itu luka 65 persen. Rencananya mau dirujuk juga, tapi belum tahu dirujuk ke mana,” ujar Nurul.
Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG Desa Medali juga menjadi korban ledakan. Mereka adalah Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), warga Desa Medali.
Keduanya sempat mendapat perawatan di RSI Sakinah. Namun, setelah kondisinya dinilai membaik, mereka diperbolehkan pulang. Kedua relawan tersebut mengalami luka ringan pada bagian kepala dan tangan.
“Yang rawat jalan, teman-teman (nakes Puskesmas Puri) akan kunjungan ke rumahnya untuk memantau kondisinya,” kata Nurul.
Pascaledakan, operasional SPPG Desa Medali dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Kepala SPPG Medali, Geroldy Larung Kondo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan. Penyelidikan diserahkan kepada pihak kepolisian. Menurut Geroldy, terdapat kamera pengawas atau CCTV di lokasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
“Untuk kejadiannya biar pihak berwenang yang menginvestigasi. Ada CCTV, nanti bisa diperiksa,” ujarnya.