Zainuddin Ungkap Alasan Kiai Asep Layak Masuk Tim AHWA di Muktamar NU ke-35
- Dok. Zainuddin S.H.I
Surabaya, VIVA Jatim – Seruan dari berbagai elemen Nahdliyin agar KH Asep Saifuddin Chalim masuk dalam anggota tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026, kian mencuat. Kali ini datang dari Ketum PKC PMII Jawa Timur periode 2016-2018, Zainuddin atau Jay.
Ada beberapa alasan Jay mengusulkan Kiai Asep masuk dalam daftar anggota tim AHWA. Di antaranya, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu merupakan bagian penting dari dzurriyah salah satu tokoh utama pendirian Nahdlatul Ulama (NU). “Yaitu KH Saifuddin Chalim,” katanya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain itu, lanjut Jay, kontribusi Kiai Asep kepada NU selama ini sangat besar. Terutama dalam hal pengembangan pendidikan di lingkungan NU melalui Persatuan Guru NU (Pergunu) yang dipimpinnya.
“Kiai Asep Saifuddin Chalim sudah sangat memberikan kontribusi yang besar kepada NU dan di kalangan pendidikan NU secara menyeluruh,” tandasnya.
Bendera NU saat acara Harlah Nahdlatul Ulama.
- Nurcholis Anhari Lubis/Viva.co.id
Menurut Jay, penentuan tim AHWA pada Muktamar ke-35 NU nanti sangat penting karena menentukan masa depan NU ke depan. Karena itu, melibatkan peran dzurriyah para muassis NU adalah keniscayaan.
“Memilih AHWA dengan melibatkan para putra muassis ini menjadi substansi demi esensi tujuan ke-NU-an ke depannya,” ujarnya.
Selain Jay, beberapa mantan Ketum PKC PMII Jatim juga menyuarakan hal sama. Mereka yang mengusulkan Kiai Asep masuk dalam daftar anggota tim AHWA tergabung dalam Forum Mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim yang diketuai oleh Imam Nahrawi.
Menurut forum itu, keberadaan Kiai Asep di AHWA akan menjadi jembatan spiritual, historis, dan ideologis yang sangat kokoh bagi masa depan NU. Memasukkan Kiai Asep ke dalam AHWA adalah langkah strategis untuk memastikan NU dipandu oleh kebijaksanaan ulama.