Sambut HUT RI ke-81, Dindik Jatim Ajak Murid Jemput Sejarah ke Rumah Veteran
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menginisiasi gerakan “Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka”.
Gerakan yang berlangsung pada 12-16 Agustus 2026 tersebut mengajak siswa SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk belajar sejarah langsung dari veteran maupun keluarga pejuang kemerdekaan.
Para siswa bersama guru mendatangi rumah veteran atau keluarga pejuang di daerah masing-masing. Mereka mendengarkan kisah perjuangan sekaligus menggali pesan bagi generasi muda.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan tersebut dibuat agar siswa tidak hanya mengenal sejarah melalui buku dan pembelajaran di kelas.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal kemerdekaan dari buku pelajaran, upacara, atau cerita di ruang kelas. Kami ingin mereka datang langsung, duduk bersama para veteran dan keluarga pejuang, mendengar kisahnya, melihat keteladanannya,” ujar Aries.
Setiap sekolah diarahkan mengunjungi sedikitnya satu veteran atau pejuang kemerdekaan. Selain bersilaturahmi, siswa juga membawa bingkisan sebagai bentuk perhatian. Namun, Aries menegaskan bingkisan bukan tujuan utama kegiatan tersebut.
“Sembako, selimut maupun tali asih yang dibawa murid sebenarnya bukan tujuan utamanya. Yang paling penting adalah menghadirkan rasa hormat, kepedulian dan terima kasih generasi hari ini kepada para pejuang,” katanya.
Menurut Aries, perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata. Para pelajar dapat mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi dan kepedulian sosial.
“Kami ingin menanamkan kepada murid bahwa mengisi kemerdekaan sekarang tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, memiliki kepedulian sosial, serta memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Dalam setiap kunjungan, siswa juga diminta mendokumentasikan pesan kemerdekaan dari para veteran. Pesan tersebut dapat dibuat dalam bentuk video berdurasi satu hingga dua menit maupun tulisan tangan.
“Yang membuat gerakan ini berbeda adalah setiap kunjungan menghasilkan pesan kemerdekaan bagi murid di Jawa Timur,” jelas Aries.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi model pendidikan karakter karena menggabungkan literasi sejarah, kepedulian sosial, penghormatan kepada pejuang, serta dokumentasi sejarah lokal.