Gempa M7,7 Guncang Flores, Pakar ITS Ingatkan Ancaman Gempa Susulan hingga Dua Pekan

Pakar seismologi ITS, Kadek Hendrawan Palgunadi, ST., MSc., PhD.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Warga di wilayah terdampak diminta tidak lengah karena potensi gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

img_title Pakar ITS Ungkap Risiko Kapal Ro-Ro, Ini Dugaan Faktor Virgo Transport 8 Terbalik

Pakar seismologi ITS, Kadek Hendrawan Palgunadi, ST., MSc., PhD., mengatakan gempa susulan merupakan fenomena alamiah setelah terjadinya gempa utama. Karena itu, masyarakat dan tim di lapangan perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama selama dua pekan setelah gempa utama.

Peneliti Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS itu menjelaskan, Indonesia memang berada di kawasan dengan aktivitas tektonik sangat tinggi. Posisi Indonesia di jalur Ring of Fire membuat gempa bumi relatif sering terjadi di berbagai wilayah. Namun, munculnya beberapa gempa kuat dalam waktu berdekatan tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh kejadian tersebut saling berkaitan.

img_title Patahan Surabaya-Waru Pernah Diteliti, Pakar ITS Ungkap Status Sebenarnya

“Gempa bumi yang terjadi secara beruntun bisa juga terjadi secara kebetulan,” kata Kadek.

Selain gempa M7,7 di Flores, gempa dengan magnitudo di atas 6 juga terjadi di Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah dalam rentang waktu yang berdekatan.

img_title PT Freeport Indonesia Kirim 1,5 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Menurut Kadek, ketiga gempa tersebut berasal dari entitas tektonik dan sesar yang berbeda. Berdasarkan analisis awal, kemungkinan ketiganya saling memicu dinilai sangat kecil.

“Gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas gempa yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari kompleksitas struktur tektonik di bawah permukaan. Berbagai sesar aktif tersebar di sejumlah wilayah sehingga setiap kejadian perlu dianalisis berdasarkan karakteristik sumber gempanya.

Khusus gempa di Flores, Kadek menjelaskan kawasan daratan Flores hingga bagian utara Bali dilintasi Flores Back-Arc Thrust. Sesar aktif tersebut memiliki sejarah menghasilkan gempa besar.

Pada 1992, wilayah Pulau Flores pernah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7. Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan para seismolog telah memperkirakan kemampuan sesar tersebut dalam menghasilkan gempa dengan kekuatan besar.

“Seismolog-seismolog Indonesia sudah mengekspektasikan bahwa sesar tersebut bisa menghasilkan magnitudo maksimal mencapai 7,8,” jelas alumnus doktoral Geosains dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Arab Saudi, tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title