Pemain Soekarno Cup Gotong Royong Bantu Mahasiswa Asal NTT di Surabaya
- Dokumen Soekarno Cup 2026.
Surabaya, VIVA Jatim – Para pemain Soekarno Cup 2026 menunjukkan kepedulian mereka untuk para korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi beberapa hari lalu. Kepedulian itu ditunjukkan dengan mengumpulkan donasi lalu menyalurkannya kepada para mahasiswa asal NTT di Kota Surabaya.
Bantuan dari para pemain Soekarno Cup 2026 itu diserahkan kepada mahasiswa asal NTT pada Selasa, 18 Agustus 2026. Para pemain peduli karena turut merasakan rasa cemas para mahasiswa asal NTT atas apa yang menimpa keluarga mereka di kampung halaman, yang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Juru Bicara Soekarno Cup 2026 Yusuf Ekodono mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para mahasiswa rantau yang keluarganya terdampak bencana gempa bumi, di mana sebagian dari mereka kini kesulitan mendapatkan kiriman dari orang tua yang sedang tertimpa musibah.
"Saya mendampingi perwakilan teman-teman talenta muda sepak bola Soekarno Cup memberikan sedikit bantuan meringankan beban para korban bencana gempa di NTT," kata legenda Timnas Indonesia itu.
Yusuf berharap bantuan tersebut dapat menyokong kebutuhan harian mahasiswa agar tetap bisa fokus dalam menempuh studi meskipun tengah berada dalam situasi sulit.
"Semoga bantuan yang sedikit ini bermanfaat untuk adik-adik mahasiswi-mahasiswa yang menempuh studi di Kota Surabaya. Dan untuk keluarga yang terdampak bencana semoga diberikan ketabahan," tandas Yusuf.
Selain dari hasil gotong royong para pemain, ajang Soekarno Cup juga menggalang gotong royong yang akan disalurkan ke NTT pada final yang akan digelar pada 24 Agustus 2026. Soekarno Cup sendiri sedang berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, 10-14 Agustus 2026 dengan diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi.
Aksi empatik para pemain muda Soekarno Cup pun disambut haru. Salah seorang mahasiswi asal Kabupaten Nagekeo, Lilis Hermini, menceritakan kondisi memprihatinkan di kampung halamannya.
Terlebih, Kabupaten Nagekeo merupakan wilayah yang paling parah terdampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
"Di sana kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Untuk bantuan ke kabupaten kami, khususnya yang ke kampung-kampung yang aksesnya lebih parah, banyak bantuan yang tidak sampai," ungkapnya.