Gus Kikin Ungkap Kecocokan dengan Prabowo: Sama-sama Punya “Angka 8”
- Tangkapan layar youtube NU Online.
Jombang, VIVA Jatim-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, mengungkap kecocokan unik antara dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto. Kecocokan itu, menurut Gus Kikin, berkaitan dengan angka 8.
Hal tersebut disampaikan Gus Kikin saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026. Acara tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Gus Kikin mengaku terkesan dengan kehadiran Prabowo yang hadir dalam dua momentum penting Muktamar Ke-35 NU, yakni pembukaan dan penutupan.
“Dua kali Presiden Republik Indonesia menghadiri acara ini, pembukaan dan penutupan hadir. Baru kali ini hal seperti ini,” ujar Gus Kikin, dikutip dari siaran langsung YouTube NU Online.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin kemudian mengungkap sejumlah hal yang menurutnya memiliki unsur angka 8 dan membuat dirinya merasa memiliki kecocokan dengan Prabowo.
“Saya kebetulan banyak hari spesial dalam rangka masa-masa muktamar ini. Dan saya nampaknya banyak kecocokan dengan Bapak, karena juga banyak unsur delapannya,” kata Gus Kikin.
Ia lantas menjelaskan sejumlah “angka 8” yang berkaitan dengan dirinya. Gus Kikin menyebut dirinya lahir pada tanggal 17, yang jika dijumlahkan menghasilkan angka 8. Bulan kelahirannya juga disebut memiliki unsur angka 8, begitu pula tahun kelahirannya.
“Tanggal lahir saya 17, jumlahnya 8, bulannya juga 8, tahunnya juga 58,” tuturnya.
Tak hanya soal tanggal kelahiran, Gus Kikin juga mengaitkan angka tersebut dengan kiprahnya di lingkungan pesantren. Ia menyebut dirinya mendapat amanah sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang ke-8.
“Dan saya kebetulan diamanahi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang ke-8. Jadi rasanya saya tidak berlebih mencocokkan ini, semuanya cocok, tinggal nasibnya agak beda, Pak,” ujar Gus Kikin sambil menyampaikan pernyataannya di hadapan Prabowo.
Gus Kikin sebelumnya ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031 melalui mekanisme musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sesuai mekanisme pemilihan yang telah disepakati dalam Muktamar Ke-35 NU.
Keputusan tersebut dibacakan KH Anwar Iskandar, salah satu anggota AHWA, dalam pleno yang berlangsung di Ndalem KH Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.