BGN Setop Operasional Dapur SPPG Kalitengah Sidoarjo Usai Diduga Sebabkan Keracunan Massal
- Ahaddiini HM
Sidoarjo, VIVA Jatim-Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah, Sidoarjo. Penghentian dilakukan setelah ratusan santri dan pelajar diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Koordinator BGN Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo memastikan dapur tersebut sudah tidak beroperasi sejak Selasa 2 September 2026.
"Sudah tidak beroperasi untuk saat ini. Sampai kapan masih menunggu hasil investigasi tim pusat," jelas Teguh saat melakukan sidak di SPPG Kalitengah Sidoarjo, Rabu 2 September 2026.
Menu yang dibagikan pada Selasa 1 September 2026 terdiri dari nasi, telur orak-arik bumbu bali, tumis buncis, dan tempe bumbu bali. Penyebab pasti keracunan masih dalam pemeriksaan.
Ia menyampaikan hari ini tim pusat BGN dijadwalkan turun ke Sidoarjo untuk investigasi lanjutan. Hasilnya akan menentukan apakah sanksi yang diberikan ringan atau berat.
Teguh mengungkapkan SPPG Kalitengah sudah menyuplai MBG sejak April 2026. Dapur ini melayani Ponpes Manbaul Hikam dan 18 sekolah lain dengan total 19 lembaga. Kapasitas produksinya 2.800 porsi per hari, dengan 1.000 porsi untuk ponpes.
BGN juga akan mengevaluasi kelengkapan izin, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Pengurusan SLHS bagi dapur yang belum punya akan dipercepat bersama Pemkab Sidoarjo.
"Pengawasan ke semua dapur MBG pasti akan lebih ketat. Kami akan evaluasi kembali dari pusat," ujar Teguh.
Bupati Sidoarjo Subandi menyebut 516 pasien sempat dirawat. Per Rabu siang, 427 pasien sudah pulang dan 88 masih dirawat. Satu orang masih observasi. Subandi meminta BGN bertindak tegas mengenai program ini.
"Program yang baik ini jangan sampai terganggu. Kalau tata kelolanya kurang, ya kita benahi," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan menu MBG, Selasa, 1 September 2026. Para santri merasakan mual dan diare saat memasuki waktu asar. Kondisi semakin memburuk jelang maghrib sehingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit.