Hasil CKG Anak Sekolah di Kota Malang, Kesehatan Mental Masuk Enam Besar Temuan Kasus
- VIVA Jatim
Malang, VIVA Jatim – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mendata ada enam besar temuan kasus kesehatan pada anak sekolah. Satu di antaranya adalah masalah kesehatan mental. Hal itu berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada anak di sekolah.
Selama periode Januari sampai 24 Agustus 2026, sudah sebanyak 55.040 siswa di Kota Malang menjalani CKG. Dari jumlah itu, 1.700 anak terdeteksi mengalami masalah kesehatan jiwa dan mental.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan sebelum pelaksanaan CKG lebih dulu diberikan kuesioner sebagai skrining awal. Termasuk di dalamnya berupa tes Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20).
"Tes itu jadi alat deteksi ada indikasi atau tidak masalah kesehatan terhadap siswa, ternasuk mentalnya," kata Huanul, Rabu, 2 September 2026.
Dia melanjutkan, usai tes SRQ-20 dan CKG itu kemudian ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan dan sekolah untuk penanganannya. Bisa penanganan secara medis maupun cara lainnya berdasarkan temuan kasus terhadap siswa.
Menurutnya, ada beberapa penyebab secara internal dan eksternal anak mengalami masalah gangguan mental. Penyebab dari dalam seperti asupan anak, status kesehatan maupun status gizi.
"Kalau faktor luar bisa berasal dari keluarga sendiri, komunitas sekitar maupun di sekolah," ucap Husnul.
Sedangkan untuk temuan masalah kesehatan lainnya juga diketahui lewat CKG di sekolah. Petugas kesehatan merekomendasikan ke orang tua siswa lewat sekolah agar periksa di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Kami juga gencarkan sosialisasi dan edukasi pola makan dan hidup sehat," ucap Husnul.
Data Dinkes Kota Malang, pada 2026 ditargetkan 183.866 anak sekolah terjangkau program CKG. Para siswa itu tersebar di 364 SD/MI, 169 SMP/MTs dan 137 SMA/SMK/MA. Dari target tersebut, sampai 24 Agustus 2026 sudah 55.040 siswa telah dilayani.
Ada enam besar temuan kasus kesehatan terhadap anak sekolah di Kota Malang. Yakni karies gigi 11.317 orang, hipertensi 8.618 orang, gangguan ketajaman penglihatan 2.930 orang. Serumen telinga 2.421 orang, kesehatan mental1.700 orang dan risiko diabetes melitus 1.174 orang.
Sedangkan temuan kasus lainnya adalah gejala tuberkulosis (TB) 628 orang, kebugaran kurang dan kurang sekali 818 orang. Prediabet 418 orang, gizi lebih 305 orang, obesitas 182 orang, gizi kurang 159 orang, risiko Hepatitis B 151 orang, risiko Hepatitis C 52 orang, dan skabies 50 orang.