UINSA "Lockdown", Mahasiswa Aksi Salat Hajat
- Achmad Faizal/Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Duakomplek kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya lumpuh total, Selasa, 22 September 2026. Semua aktifitas civitas akademik dari proses perkuliahan hingga kegiatan administrasi tenaga kependidikan berhenti total.
Pantauan VIVA Jatim spanduk penutupan masih nampak di pintu gerbang kampus UINSA baik di Jalan Ahmad Yani dan maupun di Gunung Anyar Surabaya.
Informasi yang dihimpun, pada Senin malam kemarin, mahasiswa menggembok semua pintu masuk fakultas.
"Aksi ini akan terus kami lakukan hingga Kemenag mengambil langkah untuk UINSA," kata Koordinator lapangan aksi, Fadlurrakhman Fazle Purwardana alias Ale, dikonfirmasi Selasa siang.
Pada Selasa hari ini, menurut dia tidak ada aksi demonstrasi, namun aksi berupa Salat Hajat di masjid Ulul Albab di komplek kampus UINSA Ahmad Yani.
"Kami menggelar salat hajat meminta keselamatan dari penguasa yang dzolim," terangnya.
Seperti diketahui, gelombang aksi penolakan Akh Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya untuk kedua kalinya terjadi sejak hari pertama usai dilantik Selasa, 15 September 2026.
Kelompok mahasiswa dari berbagai fakultasi menggelar aksi menduduki rektorat, membakar bekas hingga menyegel pintu gerbang kampus untuk melumpuhkan aktifitas perkuliahan.
Bukan hanya mahasiswa, sebagian dosen juga mogok mengajar sehingga aktifitas belajar mengajar di dua kampus UINSA lumpuh.
Akh Muzakki dilantik lagi untuk menjadi Rektor UINSA periode 2026-20230. Pelantikan digelar di kantor Kemenag Jakarta.
Saat Pilrek, ada 13 guru besar yang mendaftar. Mereka adalah Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D, Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag, Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag., Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag, Prof. Dr. Idri, M.Ag, Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D, Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H, Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag.