Vokasi Unair Gandeng Perusahaan Big Data dan AI, Dorong Riset Berdampak
- VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) menggandeng perusahaan teknologi No Limit Indonesia untuk memperkuat publikasi hasil riset dan inovasi sekaligus meningkatkan keterampilan digital mahasiswa.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapat akses gratis ke 100 lisensi dasbor pemantauan media atau media monitoring.
Dekan Fakultas Vokasi Unair, Prof. Dian Yulie Reindrawati, mengatakan publikasi yang luas diperlukan agar hasil riset dan inovasi kampus tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat membutuhkan publikasi yang luas agar inovasi yang dihasilkan Fakultas Vokasi tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi juga bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” kata Dian di Surabaya, Jumat 9 Oktober 2026.
Menurut Dian, Fakultas Vokasi Unair memiliki 20 program studi yang menghasilkan berbagai kegiatan, penelitian, dan inovasi. Potensi tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat melalui dukungan media agar jangkauan informasinya semakin luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi riset antara dosen, mahasiswa, dan industri. Dengan begitu, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
“Kami ingin ada keterkaitan yang nyata antara kami, industri, dan media untuk membantu memublikasikan inovasi sekaligus memperkuat citra lulusan agar siap diterima di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, CEO PT No Limit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa, mengatakan pihaknya memberikan dukungan berupa 100 lisensi dasbor media monitoring secara gratis kepada Fakultas Vokasi Unair.
"Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari pemanfaatan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Mahasiswa dapat menggunakannya untuk memantau isu, menganalisis pemberitaan, menyusun perencanaan kampanye, hingga merancang strategi komunikasi berbasis data," urainya.
Menurut Aqsath, akses gratis tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan mempraktikkan penggunaan perangkat digital tanpa terbebani biaya berlangganan.
Ia berharap fasilitas itu dapat membantu mahasiswa menguasai keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.