Pelayanan Kesehatan Bawean Terkendala Generator Oksigen, DPRD Gresik Usulkan Pengadaan pada 2027
- VIVA Jatim
Gresik, VIVA Jatim – Keterbatasan tenaga perawat dan distribusi oksigen medis menjadi persoalan serius dalam pelayanan kesehatan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mendesak pemerintah memperhatikan kebutuhan khusus wilayah kepulauan, termasuk mengupayakan pengadaan generator oksigen pada 2027.
Syahrul menilai, kebijakan moratorium penambahan pegawai pemerintah daerah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di Bawean berbeda dengan wilayah daratan karena keterbatasan sumber daya manusia dan tantangan geografis.
“Penambahan jumlah pegawai pemerintah daerah itu tidak seharusnya berlaku surut. Ada beberapa kondisi krusial, seperti di Bawean, yang mengharuskan penambahan tenaga kesehatan,” ujar Syahrul, Minggu, 18 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kekurangan perawat berdampak langsung terhadap pelayanan di Rumah Sakit (RS) Bawean. Ketika pasien harus dirujuk ke daratan Gresik atau daerah lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan, perawat harus ikut mendampingi selama perjalanan.
Kondisi tersebut membuat jumlah perawat yang bertugas di rumah sakit berkurang. Dampaknya, pelayanan terhadap pasien lain yang membutuhkan penanganan medis berpotensi terganggu.
“Ketika ada pasien dirujuk ke daratan, otomatis ada perawat yang mendampingi. Di saat itulah sering kali terjadi kekurangan perawat di RS Bawean,” jelasnya.
Selain keterbatasan tenaga kesehatan, Syahrul menyoroti persoalan distribusi oksigen medis ke Pulau Bawean. Pasokan oksigen menjadi kebutuhan penting untuk menunjang penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat.
Menurut dia, pengangkutan tabung oksigen melalui jalur laut memiliki risiko tersendiri. Ia menyebut, pernah terjadi sejumlah tabung oksigen terlempar ke laut saat diangkut menggunakan perahu tradisional.
Persoalan tersebut menunjukkan perlunya sistem distribusi logistik medis yang lebih aman dan andal untuk wilayah kepulauan. Di sisi lain, kebijakan transportasi laut yang mengatur pemisahan penumpang dan barang juga menjadi tantangan dalam pengiriman tabung oksigen ke Bawean.
Sebagai solusi, Syahrul mengusulkan agar pemerintah merealisasikan pengadaan generator oksigen pada 2027. Fasilitas tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen medis sehingga pelayanan kesehatan di Bawean tidak terlalu bergantung pada distribusi tabung dari luar pulau.