Tingkatkan Kinerja dan Layanan Masyarakat, RSWH Gresik Perbaiki 6 Area
- Tofan Bram Kumara/Viva Jatim
Gresik, VIVA Jatim – Guna meningkatkan kualitas kinerja pegawai serta pelayanan ke masyarakat, manajemen Rumah Sakit Wates Husada (RSWH) Gresik mendatangkan advisor hospital (penasehat Rumah Sakit) dari Bandung, Nawolo Tris Sampurno yang sudah berpengalaman menangani Rumah Sakit (RSUD dan RS swasta) di Indonesia.
Pria yang pernah menjadi konsultan biro perencanaan dan anggaran Kemenkes RI untuk kajian efesiensi anggaran Satker BLU RS Dirjen Pelayanan Kesehatan tahun 2020-2021 ini memberikan materi sharing penyusunan perbaikan di 6 area pendongkrak Rumah Sakit (RS) berbasis 10 pelayanan kepada pegawai.
Nawolo mengatakan tujuan dari workshop agar pegawai bisa meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan di RSWH Gresik ini. Juga bertujuan untuk knowledge sharing dan Experience sharing ke peserta (pegawai), lalu mengiring peserta untuk melakukan simulasi, bagaimana menyusun perbaikan di 6 area pendongkrak RSWH, terakhir menyusun aksi perbaikan di tiap-tiap area tersebut.
"Tujuannya untuk knowledge sharing dan Experience sharing, lalu mengiring peserta untuk melakukan simulasi, bagaimana menyusun perbaikan di 6 area pendongkrak kinerja RSWH. Keenam area itu yakni area marketing, area publik, area rawat jalan, area rawat inap, area kamar operasi dan area pengelolaan klaim (asuransi dan BPJS)," jelasnya, Rabu, 27 September 2023.
Yang menarik lanjutnya, kenapa perbaikan peningkatan kinerja di 6 area ini, karena dengan begitu sama juga membenahi seluruh komponen yang ada di RS. Karena setiap area yang di bereskan atau di perbaiki juga akan melibatkan semua unit kerja yang ada.
"Jadi disini saya membereskan (memperbaiki) semua unit, misal di area rawat jalan, itu melibatkan 16 unit kerja dan seterusnya di setiap area. Jadi saya menghearing pegawai RSWH untuk memperbaiki kinerja berbasis per area kerja, ya 6 area kerja itu," ucap pria yang akrab di sapa Pak Naw ini.
Secara umum lanjutnya, RS yang melayani pasien BPJS, misal seperti RSWH ini pasti akan selalu mengalami beberapa persoalan, yang pertama akan melayani tsunami pasien BPJS. Karena itu, RSWH ini harus menambah kapasitas pelayanan untuk pasien BPJS.
"Saya melihat, yang urgent adalah terkait area peluasan poliklinik dan area publik. Juga menambah jadwal praktek, agar pasien BPJS bisa terlayani dan mendorong RSWH menambah kapasitas layanan agar jika terjadi tsunami pasien BPJS bisa tercover," kata Nawolo.
Kemudian workshop ini juga secara internal agar lebih meningkatkan kinerja bagi pegawai RSWH, mulai dari keenam unit area tadi. Karena itu, keenam unit area harus hadir dengan harapan agar setelah workshop, pegawai bisa meningkatkan kinerja dan termotivasi.
"Karena itu, harapannya tentu kedepan, setelah workshop ini, volume pasien yang dilayani lebih banyak sehingga manfaat dari RSWH bagi masyarakat terasa. Kita berharap juga dengan pertemuan tadi, pegawai bisa termotivasi dan terinspirasi, dan tergerak untuk melakukan pembenahan di 6 area tadi," jelas pria yang sudah menulis 40 buku tentang Rumah Sakit itu.
Sementara itu Direktur Utama RSWH, dr Titin Ekowati mengatakan semoga dengan workshop ini, para pegawai di 6 area ini bisa termotivasi dan terinspirasi dengan apa yang sudah di terangkan dan didapatkan di pertemuan tadi.
"Ya, dengan workshop tadi, harapannya pegawai termotivasi dan terinspirasi, artinya tergerak untuk melakukan yang lebih baik. Semoga juga RS bisa menambah waktu layanan kedepan ke masyarakat," ucap lulusan Unair ini.