BMKG Jatim: Waspada Cuaca Ekstrem hingga Dua Hari ke Depan

Banjir Trenggalek
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Jatim – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur menginformasikan bahwa potensi adanya terjadinya hujan yang sangat ekstrem terutama di Jawa Timur selama dua hari kedepan. Hal tersebut dipicu beberapa fenomena alam.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Minggu, 20 September 2026 Berdasarkan BMKG

"Kondisi cuaca ekstrim ini sesuai yang disampaikan di rilis, itu masih akan terus terjadi sampai tanggal 22 Oktober 2022 mendatang," Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Ahmad Lutfi saat dikonfirmasi Viva Jatim, Kamis 20 Oktober 2022.

Ia mengaku, potensi cuaca ektrim di wilayah Jawa Timur untuk sepekan kedepan berasal dari hasil analisis dinamika kondisi atmosfer yang terjadi. Kondisi atmosfer yang terjadi menyebabkan terjadi peningkatan dan sebagainya.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Sabtu, 19 September 2026 Berdasarkan BMKG

Pertama, adanya konfergensi di utara Jawa Timur sehingga menyebabkan di jatim adanya terjadi pola perlambatan angin. Sehingga pertumbuhan awanya semakin meningkat dan potensi hujan otomatis semakin ikut meningkat.

Kedua,  aktifnya apa yang disebut fenomena gelombang atmosfer, suhu muka laut di perairan di Jatim cenderung lebih hangat. Sehingga dari gabungan ketiga hal tadi meningkatkan potensi pertumbuhan awan columbus yang intens.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Jumat, 18 September 2026 Berdasarkan BMKG

"Dampak dari itu akhirnya terjadi hujan yabg berlangsung selama beberapa hari ini mas," ungkapnya.

Lutfi mengaku, berdasarkan pantauan satuan air hujan yang turun di Banjir Kabupaten Blitar masuk dalam kategori tinggi. Dari beberapa pos pantauan disana,  hujan lebih dari 100 milimeter (mm). Artinya kondisi hujannya masuk kategori sangat lebat atau kategori ekstrim.

"Memang di beberapa pantauan Lodoyo kemudian di Bhirowo dan Kanigoro, memang hujannya sudah masuk kategori ekstrem, sudah sangat ekstrem lebih dari 100 milimeter dalam 24 jam. Yang jelas pantauannya lebih dari 100, kalau lebih  kategori sangat lebat. Itu yang menyebabkan menimbulkan dampak adanha banjir di beberapa daerah," jelasnya 

"Bahkan di Judeg posisinya di Selatan Sutojayan sekitar itu, terpantau hingga 221 milimeter," sambungnya.

Pihaknya mengimbau supaya masyarakat harus selalu update, bukan tidak perlu khawatir. Melainkan selalu mengupdate informasi dari BMKG, khususnya terkait prakiraan cuaca di wilayah lainnya. Hal itu bisa diakses melalui Aplikas BMKG maupun melalui situs BMKG lainnya, atau juga melalui sosial media yang telah terverifikasi.

Halaman Selanjutnya
img_title