Mekari Flex Tawarkan Solusi Finansial Karyawan, Terima Gaji Sebelum Gajian
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Kesejahteraan finansial karyawan mulai menjadi perhatian perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan dana darurat. Kondisi ini mendorong Mekari Flex menawarkan sejumlah solusi employee benefit, karyawan bisa memperoleh gaji sebelum tanggal gajian.
Berdasarkan Laporan Kesejahteraan Finansial Karyawan Indonesia yang diterbitkan Mekari pada 2022, sebanyak 88,3% karyawan membutuhkan dana darurat sekali dalam setahun. Sebanyak 92% dari kebutuhan tersebut digunakan untuk kebutuhan pokok, bukan konsumtif.
CEO Mekari Suwandi Soh mengatakan, kondisi tersebut menjadi sinyal bagi perusahaan untuk memberikan akses finansial yang lebih aman kepada karyawan.
"Data ini adalah signal, bukan noise. Kenaikan kredit macet pinjol di kelompok usia produktif bukan anomali sesaat yang bisa diabaikan, melainkan signal yang jelas bahwa banyak pekerja Indonesia belum memiliki akses yang aman terhadap kebutuhan finansial mendesak," ujar Suwandi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Suwandi, persoalan finansial karyawan tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas dan loyalitas di tempat kerja.
"Kalau dibiarkan, signal ini akan terus berulang dan pada akhirnya membebani produktivitas serta loyalitas karyawan dalam jangka panjang," katanya.
Salah satu solusi yang ditawarkan Mekari Flex adalah fitur Accessible Salary. Fitur ini memungkinkan karyawan mengakses gaji yang telah menjadi haknya sebelum tanggal pembayaran untuk keperluan mendesak.
Berbeda dengan pinjaman, akses tersebut tidak dikenakan bunga. Pengguna hanya dikenakan biaya administrasi transaksi.
Mekari Flex terintegrasi dengan Mekari Talenta sebagai sistem payroll dan HRIS. Dana yang diakses karyawan akan otomatis diperhitungkan dalam proses penggajian berikutnya sehingga perusahaan tidak perlu melakukan rekonsiliasi manual maupun reimbursement.
Selain Accessible Salary, Mekari Flex menyediakan flexible benefit yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan, serta administrasi asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dalam satu platform.
Penerapan fitur tersebut juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap sistem kasbon konvensional. Salah satu perusahaan dengan sekitar 400 karyawan, misalnya, sebelumnya menggunakan dana operasional internal untuk memenuhi kebutuhan kasbon karyawan.
"Sebelum menggunakan Mekari Flex, sistem kasbon tradisional berisiko mengganggu arus kas (cash flow) perusahaan karena menggunakan dana operasional internal. Dengan fitur Earned Wage Access (EWA), risiko cash flow tersebut dapat diminimalisir sepenuhnya tanpa mengganggu likuiditas bisnis," lanjutnya.