Pupuk Subsidi Masih Langka, Skema BLT Bagi Petani Belum Tentu Jadi Solusi

- Nur Faishal/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim - Kelangkaan pupuk subsidi untuk pada petani masih menjadi permasalahan klise yang tak kunjung menemui titik solusi sehingga terus menuai kritik.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti mengatakan kelangkaan pupuk subsidi masih terus terjadi bahkan ketika musim tanam telah tiba, sehingga petani merasa kewalahan untuk mengatasinya.
"Kalau tak ada pupuknya lalu yang ditebus apanya. Akhirnya petani membeli pupuk non subsidi yang harganya mahal," kata Erma di Surabaya, Senin 26 Agustus 2024.
Politisi PDIP itu meminta agar ketersediaan pupuk subsidi harus menjadi prioritas utama bagi petani di saat masa produksi pertanian. Sebab, jika hal itu masih belum dilakukan maka nasib petani yang akan dikorbankan.
Menurut dia, konsep Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani sebagai pengganti pupuk subsidi yang dicanangkan pemerintah cukup menarik dengan catatan ketersediaan pupuk mencukupi. Tapi jika ketersediaan pupuk tidak cukup maka BLT itu akan percuma.
"Kalau dirasa subsidi diberi uang tunai dan pupuk tersedia, dan tidak ada inflasi pupuk maka hal tersebut tidak masalah," terangnya.
Kendati demikian, lanjut Erma, penyaluran BLT harus dimonitoring dengan hati-hati karena rawan terjadi penyimpangan, serta perlu ada verifikasi data petani penerima uang tunai tersebut.