Gus Ipul Apresiasi Progres SR di Trenggalek

Mensos Gus Ipul Bersama Mas Ipin.
Sumber :
  • Madchan Jazuli

Trenggalek, VIVA Jatim-Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat. Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam kunjungannya ke Trenggalek pada Minggu, 29 Maret 2026.

Gus Ipul menilai progres pembangunan Sekolah Rakyat di Trenggalek menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Menurutnya, Bupati Trenggalek telah menunjukkan minat dan semangat yang besar sejak awal koordinasi di Jakarta.

"Progres Sekolah Rakyat saya kira bagus sekali. Sejak awal, Pak Bupati datang ke Jakarta dengan penuh semangat dan mengikuti seluruh proses yang ada," ujar Gus Ipul di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu petang, 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan proses pengajuan pembangunan tersebut bukanlah perkara mudah. Setiap daerah diwajibkan untuk menyiapkan lahan serta memastikan seluruh persyaratan administratif terpenuhi secara clear and clean.

Namun, Kabupaten Trenggalek berhasil melampaui tahapan tersebut hingga kini resmi menjadi salah satu dari 104 titik pembangunan tahap pertama.

"Trenggalek sudah menjadi bagian dari 104 titik yang dibangun pada tahap pertama. Tadi juga sudah ditampilkan gambaran sekolah dan rencana tapaknya (site plan). Insyaallah, sekolah ini nantinya dapat menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang dikhususkan bagi warga Kabupaten Trenggalek," tambahnya.

Selain membahas sarana pendidikan, Mensos juga menyoroti pentingnya akurasi data kemiskinan atau Desil. Ia menekankan bahwa data harus terus dimutakhirkan melalui koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) agar bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

"Kita tidak boleh menyerah. Data harus terus dimutakhirkan. Saya yakin jika Pak Bupati bekerja sama dengan kepala desa, operator desa, hingga tingkat RT, RW, dan dusun, data kita akan semakin akurat," tegas Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan saat ini sudah mulai muncul kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang secara sukarela mengundurkan diri karena merasa sudah tidak memenuhi kriteria atau tidak lagi memerlukan bantuan.

"Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang dengan sadar mengundurkan diri dari kepesertaan bansos. Dengan mundurnya mereka yang sudah mampu, maka warga yang sebelumnya tersisih namun benar-benar membutuhkan, akhirnya bisa mendapatkan bantuan sosial tersebut," jelasnya.