Gus Ipul Buka Suara soal Rencana Rapat AHWA di Rumah KH Wahab Hasbullah

Ketua OC Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf saat Diwawancarai Media Ponpes Bahrul Ulum Jombang.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Jombang, VIVA Jatim-Rencana panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menggelar rapat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah mendapat respons dari panitia pusat.

img_title DPT Muktamar ke-35 NU Belum Final, Panitia Target Rampung 22 Agustus

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut lokasi rapat AHWA masih menjadi bagian dari pembahasan teknis. Menurut dia, aspek keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan ditetapkan.

“Ya itu (rapat AHWA di kediaman Kiai Wahab) boleh saja. Itu teknis nanti di mana saja. Yang penting keamanannya terjaga,” ujar Gus Ipul saat menghadiri Shalawat dan Istigasah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Kamis, 20 Agustus 2026.

img_title Muktamar NU, LPJ PBNU, dan Energi Persatuan Abad Kedua NU

Sekretaris Jenderal PBNU itu juga menilai usulan panitia lokal untuk menggunakan kediaman KH Wahab Hasbullah sebagai lokasi rapat AHWA merupakan gagasan yang baik.

“Bagus sekali kalau misalnya itu (rapat AHWA) ditempatkan di dalemnya Kiai Wahab Hasbullah. Saya kira itu usulan yang baik. Tapi itu teknis, nanti kita lihat lebih lanjut,” tutur Gus Ipul.

img_title Zainuddin Ungkap Alasan Kiai Asep Layak Masuk Tim AHWA di Muktamar NU ke-35

Mekanisme Pemilihan Anggota AHWA Selain lokasi rapat, panitia lokal Muktamar ke-35 NU mengusulkan Ketua Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab Hasbullah atau Gus Hasib, masuk dalam jajaran anggota AHWA.

Menanggapi usulan tersebut, Gus Ipul mengatakan seluruh aspirasi tetap dapat disampaikan. Namun, proses penentuan sembilan anggota AHWA harus mengikuti mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART NU.

Menurut dia, usulan anggota AHWA berasal dari struktur NU di tingkat cabang dan wilayah yang memiliki hak suara. Selanjutnya, jajaran syuriyah di masing-masing tingkatan melakukan rapat harian untuk menentukan nama yang diusulkan.

“Mekanismenya sudah paten, sudah baku. Apalagi sudah dilakukan dua kali sebelum muktamar, waktu di Jombang tahun 2015 dan kemarin di Lampung, berdasarkan AD/ART yang sama,” tegas Gus Ipul.

Sembilan ulama yang terpilih sebagai anggota AHWA nantinya memiliki tugas penting dalam Muktamar ke-35 NU, yakni memilih Rais Aam PBNU sebagai pimpinan tertinggi dalam struktur syuriyah.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengusulkan Gus Hasib sebagai salah satu anggota AHWA.

Halaman Selanjutnya
img_title