Ratusan Siswa SMAN 1 Gresik Diedukasi Polres Gresik tentang Penggunaan AI
- Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim-Polres Gresik memberikan edukasi tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kepada 150 siswa SMAN 1 Gresik. Edukasi tersebut menekankan penggunaan AI secara aman, positif dan bertanggung jawab, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer SMAN 1 Gresik dan diikuti para siswa bersama wali kelas. Sosialisasi dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama Kaurmintu Satreskrim Ipda Dani Rekso serta jajaran pemateri Polres Gresik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar juga diingatkan agar tidak langsung mempercayai informasi yang dihasilkan AI dan tetap melakukan verifikasi.
Selain itu, pemateri mengingatkan siswa untuk menjaga data pribadi ketika menggunakan aplikasi maupun platform digital berbasis AI.
Kepala SMAN 1 Gresik, Irfan, mengatakan edukasi AI penting diberikan kepada pelajar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Edukasi ini sangat bermanfaat bagi para siswa sebagai sarana pencegahan terjadinya tindak kejahatan atau tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kami berharap kegiatan edukatif seperti ini dari Polres Gresik dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai teknologi dapat membantu siswa mengantisipasi risiko penyalahgunaan AI, baik sebagai korban maupun pelaku.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan literasi digital menjadi bagian penting dalam membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
“Harapannya, pembekalan ini dapat mencetak generasi muda yang cerdas, aman dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Polres Gresik berharap edukasi tersebut membuat pelajar lebih bijak dalam menggunakan AI, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas tanpa mengabaikan etika serta keamanan data pribadi.
"Kami berharap siswa dapat memanfaatkan teknologi AI untuk belajar dan berkreasi dan tak mengabaikan etika juga keamanan dari data pribadinya," ujar AKBP Rama.