Dalang Cilik Gresik Kyano Reynand Sudah 14 Kali Tampil di Panggung Wayang

Dalang Cilik Gresik Kyano Reynand.
Sumber :
  • Istimewa

Gresik, VIVA Jatim-Ada yang menarik pada pagelaran wayang kulit di halaman GOR Tridharma Petrokimia Gresik dalam rangka HUT ke-54 Petrokimia Gresik, Jumat, 14 Agustus 2026 lalu. Dua dalang cilik asal Gresik ini yakni Kyano Reynand Hanenda (10) dan Afito Bintang Pratama (15).tampil mengesankan di hadapan puluhan warga Gresik dan sekitarnya yang menonton.

img_title Penjual Buah di Balongpanggang Gresik Ditangkap, Diduga Curi Tas Senilai Rp20 Juta di Masjid

Salah satu dalang cilik, Kyano Reynand Hanenda mulai menekuni seni pedalangan sejak usia dini. Ketertarikannya terhadap wayang bermula ketika melihat kakaknya mengerjakan tugas sekolah membuat wayang.

Di Sanggar Maheso Kencono, Kyano mempelajari sejumlah teknik pedalangan, mulai dari sabet atau teknik menggerakkan wayang, suluk atau lantunan dalang, hingga memainkan gamelan. Ia mendapat bimbingan dari sejumlah pelatih, di antaranya Bagas Septiawan dan Adiyanto.

img_title Kemarau Panjang, Polda Jatim Salurkan 37 Ribu Liter Air Bersih ke Warga

"Saya sangat senang bisa tampil di acara ini. Saya belajar dari YouTube, juga belajar ke berbagai dalang yang ada, juga di Sanggar Mahesa Kencono. Ada juga belajar ke Pak Bagas Septiawan serta Adiyanto di Unair dan Ki Bayu Aji Pamungkas," kata Kyano saat ditemui di rumahnya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Selain memainkan wayang, Kyano juga belajar membuat wayang kulit. Ia menggunakan wayang kulit putihan atau wayang yang belum diberi warna, kemudian melakukan proses penyunggingan secara bertahap di rumah. Kegiatan tersebut membantunya mengenal bentuk dan karakter tokoh wayang yang akan dimainkan.

img_title Rail Clinic dan Rail Library KAI Hadir di Cerme Gresik, Warga Dapat Layanan Gratis

"Saya senang membuat wayang sendiri. Jadi tahu bentuk dan karakter wayangnya sebelum dimainkan," ujarnya.

Kyano mennyebut pembuatan wayang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Karena itu, proses tersebut dilakukan secara bertahap di sela kegiatan sekolah dan latihan pedalangan.

"Membuat wayang harus sabar dan teliti. Saya belajar sedikit-sedikit supaya hasilnya bagus," ujarnya di dampingi sang ayah.

Sementara itu, ayah Kyano, Supriyanto, mengatakan ketertarikan tersebut kemudian diarahkan dengan mengikuti kegiatan belajar pedalangan di Sanggar Maheso Kencono PT Petrokimia Gresik.

"Bakat Kyano ini sebenarnya terlihat tidak sengaja waktu kakaknya ada tugas sekolah membuat wayang. Di situ dia melihat dan langsung tertarik sekali. Akhirnya sejak kecil kami arahkan untuk belajar di Petro," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title