Semifinal dan Final Soekarno Cup 2026 Gunakan VAR dan Wasit Liga 1
- Achmad Faizal/Surabaya
Bagi turnamen usia muda, menurut Anang, pengalaman dipimpin wasit Liga 1 dan menggunakan teknologi VAR menjadi bagian dari proses edukasi bagi para pemain. Para pemain muda dapat belajar memahami interpretasi aturan, konsekuensi dari setiap pelanggaran, pengambilan keputusan dalam situasi pertandingan, serta pentingnya menghormati perangkat pertandingan.
“Pembinaan pemain tidak cukup hanya bicara soal teknik, fisik, dan taktik. Mereka juga harus dibiasakan bermain dalam lingkungan kompetisi yang memiliki standar aturan, disiplin, sportivitas, dan profesionalisme. Ketika mereka menghadapi wasit dengan standar tinggi dan pertandingan menggunakan teknologi seperti VAR, mereka mendapatkan pengalaman yang akan berguna untuk jenjang kompetisi berikutnya,” ujar Anang Maruf.
Anang menegaskan bahwa prinsip netralitas tetap menjadi fondasi penyelenggaraan Soekarno Cup. Menurut dia, setiap pemain dan tim harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.
“Talenta muda harus dinilai berdasarkan performa dan kemampuan mereka. Karena itu, kami ingin menciptakan pertandingan yang seobjektif mungkin. Wasit yang berkualitas, penerapan aturan yang konsisten, dan penggunaan teknologi pendukung merupakan bagian dari sistem untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.
Penggunaan wasit Liga 1 dan teknologi VAR juga menegaskan komitmen Soekarno Cup untuk terus konsisten meningkatkan kualitas ekosistem pembinaan usia muda.
“Semifinal dan final menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa turnamen usia muda juga bisa diselenggarakan dengan standar teknis yang serius. Kami ingin Soekarno Cup tidak berhenti sebagai ajang mencari pemain berbakat, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang membentuk pemain secara utuh,” ujar Anang.