Akrab dengan Gampa Bumi Sejak Usia Dini

Simulasi hadapi bencana gempa di SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Ancaman bencana di Indonesia kian beragam dan tak lagi mengenal musim. Mulai dari gempa bumi, banjir, hingga longsor terus menghantui berbagai daerah. Kondisi ini mendorong pentingnya pendidikan aman bencana bagi siswa sejak usia dini.

img_title Ketua FKPT Jatim Beberkan Makna Sahabat Deradikalisasi

Menjawab kebutuhan tersebut, SD Muhammadiyah 18 Surabaya menggelar edukasi dan simulasi penanganan gempa bumi dan kebakaran pada Kamis, 11 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Kelas Inspirasi yang digagas Komite Sekolah bekerja sama dengan BPBD Jawa Timur dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Sekaligus, sekolah membuka penggalangan dana untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh.

img_title Cara Jawa Timur Perkuat Respons Darurat Bencana

Perwakilan BPBD Jawa Timur, Dicky Afrianto menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan kerawanan bencana tertinggi di Indonesia.

“Tujuan kami ke sini adalah memberikan edukasi tentang bermacam-macam bencana yang ada di Jawa Timur. Tetapi yang kami fokuskan hari ini adalah gempa bumi, karena bencana ini tidak bisa diprediksi,” ujar Dicky.

img_title Sempat Dievakuasi BPBD karena Sesak Napas, Pria Obesitas di Surabaya Meninggal Dunia

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang setiap tahun digelar BPBD Jatim di 38 kabupaten/kota.

"Kami membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana supaya siswa tanggap terhadap ancaman bencana. Standarnya kami mengedukasi dan mensimulasikan bencana gempa bumi," jelasnya.

Untuk jenjang SD hingga SMA, BPBD turut melakukan simulasi penanganan kebakaran. Di SD Muhammadiyah 18 Surabaya, tim memperagakan langkah-langkah evakuasi mulai dari berlindung saat gempa, penggunaan jalur evakuasi, hingga berkumpul di titik aman.

“Seakan-akan di kelas ini terjadi gempa bumi. Kita lihat apa yang dilakukan adik-adik. Kalau sudah diajarkan, otomatis mereka berlindung di bawah meja, lalu keluar sesuai jalur evakuasi menuju titik kumpul,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach Barizi, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk membangun kesiapsiagaan dasar siswa.

“Ini untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak bagaimana ketika ada bencana. Saat ini banyak bencana, terutama gempa dan banjir, dan salah satu risiko di sekolah juga kebakaran. Minimal anak-anak paham apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title