Bursa Calon Lokasi Muktamar NU Ke-35
- Nurcholis Anhari Lubis/Viva.co.id
Surabaya, VIVA Jatim – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) selalu ramai. Kehebohannya berbulan-bulan sebelum musyawarah tertinggi organisasinya Nahdliyin itu dihelat. Sudah biasa begitu sejak dulu. Tak hanya soal calon rais aam dan ketua umum yang diributkan, tapi juga semua pernak-pernik isunya, termasuk soal lokasi muktamar.
Pun demikian Mukatamar NU ke-35 yang dijadwalkan digelar pada 1-5 Agustus 2026. Sebelum diputuskan tanggal dan bulannya, riuh soal Muktamar NU di internal PBNU sudah bergejolak. Makin panas karena tersokong adu pendapat – juga terkadang bumbu bernada cacian – di media sosial.
Justru karena ribut-ribut itu kemudian Muktamar NU ke-35 disepakati segera, lengkap dengan susunan panitianya. Setelah panitia terbentuk, kini isu mengemuka terkait calon lokasinya. Mula-mula Pondok Pesantren Lirboyo Kediri disebut siap jadi tuan rumah. Pihak Lirboyo menyampaikan itu usulan dari sesepuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri.
Dua pesantren besar di Jawa Timur itu siap berkolaborasi jika muktamar digelar di Kediri. "Insya Allah Lirboyo siap untuk melaksanakan amanah tersebut," kata Juru Bicara Ponpes Lirboyo KH M Abdul Mu'id Shohib atau Gus Mu'id, Kamis, 9 April 2026.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sepertinya juga ingin Muktamar NU ke-35 digelar di Lirboyo. Ia mengamini bahwa keinginan itu berasal dari Ploso. “"Ploso akan memback-up saja apabila memang disepakati [Muktamar NU ke-35 digelar] di Lirboyo," katanya usai sowan ke KH Nurul Huda Jazuli, Rabu, 15 April 2026.
Dalam rapat pleno PBNU yang digelar di kantor PBNU Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur masuk dalam daftar calon tuan rumah Muktamar NU ke-35, kendati sampai saat ini belum ada pengajuan resmi. Tiga opsi mengemuka dalam rapat itu, yakni Lirboyo di Kediri, Bangkalan, dan Situbondo.
Namun, khusus untuk pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) yang digelar sebelum muktamar, Gus Ipul mengusulkan agar digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Munas-Konbes diawali dengan pembukaan di makam Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura.