Menjaga Sungai Brantas dengan Tradisi Pladu

Warga Kota Kediri bersantai di bibir sungai menyaksikan aliran deras Sungai Brantas saat proses pladu.
Sumber :
  • Website resmi Pemkot Kediri, kedirikota.go.id

Kediri, VIVA Jatim – Pladu Sungai Brantas di Kediri dimulai pada Senin, 18 Mei 2026, kemarin. Tradisi tahunan yang dilaksanakan Perum Jasa Tirta I itu didukung masyarakat dan seluruh unsur pemerintah daerah setempat karena fungsi dan tujuannya yang penting, agar sungai senantiasa normal dan menjadi penyokong kehidupan masyarakat sekitar.

img_title Jangan Lewatkan, Pasar Rakyat Kota Kediri 8-15 Agustus 2026

Pladu Sungai Brantas adalah kegiatan penggelontoran sedimen dengan cara membuka pintu air. Diharapkan, dengan begitu pasir dan lumpur yang mengendap bisa terbawa arus sungai. Dua titik utama pintu air yang mulai dibuka sejak Senin kemarin, yakni Bendungan Lodoyo dan Wlingi di Kabupaten Blitar. Pladu dijadwalkan selama lima hari, hingga 22 Mei.

Pembukaan pintu air dilakukan secara bertahap, dimulai dari Bendung Lodoyo pada pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan Bendungan Wlingi sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum proses dimulai, sirine peringatan dibunyikan untuk mengingatkan masyarakat agar menjauh dari bantaran sungai.

img_title Mayat Pria Misterius Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas Mojokerto, Polisi Temukan Luka di Wajah

Di Kota Kediri, pemerintah kota setempat mengerahkan sejumlah unsur untuk mengamankan kerumunan warga di kawasan Taman Brantas yang menyaksikan aliran air deras Sungai Brantas setelah di-pladu Banyak warga begitu antusias menonton. Biasanya, ada juga yang menunggu momen gerombolan ikan mabuk untuk ditangkap.

Kegiatan kesiapsiagaan itu melibatkan sejumlah unsur, mulai dari BPBD Kota Kediri, PMI, RAPI, TNI, relawan Rumah Zakat, hingga komunitas relawan lainnya. Tim gabungan diterjunkan untuk memperkuat pemantauan kondisi lapangan serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal selama proses pladu berlangsung.

img_title Cari Ikan saat Pladu Sungai Brantas, Isnaini Hilang Terseret Arus Deras

Pemantauan dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartikasari bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto. Sebelum melakukan patroli di sepanjang bantaran Sungai Brantas hingga kawasan Masjid Agung, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapsiagaan bersama.

Dari unsur Palang Merah Indonesia, sebanyak 15 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Personel terdiri dari anggota Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR) yang disiagakan untuk mendukung operasi kemanusiaan dan penanganan kebencanaan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selain melakukan pemantauan kondisi sungai, petugas gabungan juga memastikan sistem komunikasi lapangan berjalan maksimal. Kehadiran Radio Antar Penduduk Indonesia dinilai penting dalam mendukung komunikasi cepat antarpetugas di lapangan, sementara unsur TNI membantu pengamanan dan kesiapan personel di sejumlah titik rawan kerumunan warga.

Halaman Selanjutnya
img_title