Pemkot Kediri Apresiasi Polres Dirikan SPPG Semampir
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Kediri, VIVA Jatim – Pemerintah Kota Kediri mengapresiasi berdirinya SPPG Semampir 2 yang nantinya akan menyediakan makanan bergizi gratis (MBG) kepada ribuan pelajar. SPPG Semampir 2 didirikan Polres Kediri Kota melalui Yayasan Kemala Bhayangkari.
Asisten 1 Pemerintah Kota Kediri, Syamsul Bahri mengatakan akan ada 2.482 penerima manfaat. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga keberlangsungan program ini sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menyongsong Generasi Emas 2045.
"SPPG Semampir 2 diresmikan, dijaga agar [tersalurkan] kepada 2.482 penerima manfaat yang telah ditetapkan. Sehingga berkontribusi dan ikhtiar bersama menjadi generasi emas 2045," ujar Syamsul Bahri, Senin, 19 Januari 2026.
Dia menambagkan, peresmian SPPG Semampir 2 membawa satu tujuan besar, yakni memastikan anak-anak di Kota Kediri mendapatkan pemenuhan gizi yang layak dan berkualitas. Ia berharap kehadiran unit kedua ini mampu memberikan pelayanan yang jauh lebih optimal bagi masyarakat.
"Setelah dua pekan lalu meluncurkan SPPG Semampir 1, hari ini SPPG Semampir 2 menyusul. Insya Allah unit ini akan memberikan pelayanan yang lebih baik," paparnya.
Syamsul menekankan bahwa investasi gizi melalui SPPG sangat krusial untuk menentukan masa depan generasi muda, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurutnya, dari fasilitas inilah kecerdasan dan daya saing anak-anak Kota Kediri dipersiapkan secara matang. Syamsul mengingatkan kepada seluruh pengelola agar menjaga amanah dalam menjalankan tugas.
Standar operasional harus diperhatikan dengan ketat, mulai dari tahap persiapan bahan baku, proses pengolahan masakan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
"Kami menitipkan amanah ini kepada seluruh pengelola yang bertugas. Pastikan semua berjalan sesuai standar, mulai dari persiapan, pengolahan, hingga pendistribusian agar memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN)," tegasnya.
Peresmian SPPG Semampir 2 di Kota Kediri.
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Dampak Ekonomi bagi UMKM
Tidak hanya fokus pada kesehatan, Syamsul menambahkan bahwa SPPG dirancang untuk menjadi model pelayanan gizi yang profesional dan memiliki nilai kemanusiaan.
Program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar dengan melibatkan peternak lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai rantai pasok.
"Dengan layanan ini, gizi anak menjadi optimal dan ekonomi pun bergerak. Kami ingin manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat," imbuhnya.