Nadzam Tsamratul Mizan Hadir Versi Digital, Dilengkapi Makna hingga Audio

Nadzam Tsamratul Mizan di aplikasi yang terdapat di Google Play.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Malang, VIVA Jatim – Dunia digital semakin mempermudah dalam menimba berbagai ilmu hingga berinovasi. Santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading sekaligus mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat nadzam atau syair makna fungsional wazan yang bisa didownload melalui Google Play.

img_title MDP Kembangkan Karakter Digital Interaktif, Teknologi Real-Time Hadir di Workshop Anak Malang

Muh Syahri Romadhon namanya. Ia beri nama karangan tersebut 'Nadzam Tsamratul Mizan'. Menariknya memiliki aplikasi berbasis Android, bisa diunduh di Google Play Store dengan mengetik nama nadzam 'Tsamrotul Mizan'.

"Nadzam ini diberi nama Tsamratul Mizan fii Ma’aani Intiqalil Awzaan. Dalam aplikasi ini juga disertai audio, syarah (penjelasan), dan terjemah dari nadzam tersebut," terang Muh Syahri Romadhon saat dihubungi, Sabtu, 15 Juni 2024.

img_title David George Halsamer: Masa Depan Bisnis Perpaduan AI dan Kontrol Manusia

Syahri mengaku latar belakang membuat nadzam ini berawal fenomena banyak santri yang merasa kesulitan dalam menghafal faidah-faidah perubahan wazan sharf (Arabic Verbal Conjugations and their Functional Meanings) dalam kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah karya Syekh Ma'shum bin Ali Jombang. 

Terlebih faidah-faidah tersebut cukup banyak dan disajikan dalam bentuk prosa yang semakin menambah kesulitan untuk menghafalkan. Ia mencoba meringkas lebih sederhana melalui nadzaman syair agar lebih mudah. 

img_title Aplikasi MyBluebird Berevolusi, Bikin Perjalanan Makin Praktis dan Personal

"Oleh karena itu, saya menyusunnya dan menggubahnya menjadi sebuah nadzam agar mudah dihafalkan. Pada tiap bait saya sertakan contoh supaya mudah dipahami," paparnya.

Pemuda asal Baureno Bojonegoro ini saat ditanya berapa lama mengarang, sekitar satu mingguan. Akan tetapi tidak seminggu penuh, karena kesibukan rutinitas kadang sehari menyusun, sehari tidak, dan melanjutkan hari berikutnya.

Syahri menjelaskan jumlah bait ada 32 bait yang terdiri dari 4 bait pembuka (muqaddimah), 27 bait isi, dan 1 bait penutup. Untuk 27 bait isi tersebut mencakup 47 faidah makna perubahan wazan beserta contoh di masing-masing bait. 

"Nadzam ini menggunakan bahr rojaz (kaidah syair) yang tentu tidak asing di kalangan santri, karena sama dengan bahr yang digunakan dalam Nadzam Alfiyah Ibni Malik, Imrithi, Aqidatul Awam, dan lain sebagainya," ulasnya.

Disinggung kesulitan dalam mengarang, pria berusia 25 tahun ini mengaku dalam menyusun nadzam sulit menentukan qafiyah (sajak akhir kata) terlebih dahulu. Terlebih nadzam ini digubah dari prosa kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah.

Halaman Selanjutnya
img_title