Tetra Pak Berkomitmen Wujudkan Target Net Zero dalam Operasionalnya pada 2030

Aktivitas Daur Ulang Sampah Plastik di Repal.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Pasuruan, VIVA Jatim-Perusahaan global yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman, Tetra Pak berkomitmen menjalankan target net zero di dalam operasionalnya pada 2030. Saat ini, Tetra Pak telah berhasil menurunkan emisi gas rumah sebesar 54 persen sejak 2019 dan mencatatkan tingkat penyerapan konsumsi energi terbarukan sebesar 94 persen.

img_title RS Premier Surabaya Berkomitmen Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan kepada Pasien

President Direktur PT Repal Internasional Indonesia Marcus Goldstein merasa bangga bisa bermitra dengan Tetra Pak dalam mengubah kemasan karton minuman pasca konsumsi menjadi palet industri yang tahan lama dan bernilai tinggi. Menurutnya ini dapat mendukung industri logistik sekaligus mengurangi timbunan limbah.

"Kolaborasi ini mendemonstrasikan bagaimana inovasi dan cara berpikir sirkular bisa mentransformasikan material menjadi suatu produk tahan lama dan bermanfaat," ujarnya saat media visit, di Pabrik Repal, Pasuruan, Rabu, 21 Oktober 2025.

img_title Siloam Surabaya Operasi Katarak Gratis 86 Pasien, Buka Akses Kesehatan Mata bagi Warga

Dengan ini, kata Marcus, perusahaan telah membantu Indonesia membangun rantai nilai yang lebih berkelanjutan, di mana limbah dapat menjadi sumber daya baru. Dan setiap materialnya mendapatkan kehidupan kedua.

Marcus mengungkapkan, pasar palet di Indonesia cukup tinggi. Oleh karena itu, Marcus melihat industri sangat menjanjikan di masa depan.

img_title Ribuan Runner Padati PKB Run Fest 2026, Gus Halim Pastikan Jadi Agenda Tahunan

Kolaborasi antara Tetra Pak dengan Re>Pal yaitu memproduksi palet industri yang tahan lama dengan memanfaatkan polyAl, yaitu lapisan polietilena dan aluminium yang diperoleh dari karton makanan dan minuman Dengan memanfaatkan teknologi eksklusif Re>pal, “thermofusion”, yang mengubah polyAl menjadi palet industri yang tahan lama.

Sehingga kemasan karton minuman yang dikumpulkan dan dipilah tidak berakhir di tempat pembuangan sampah, melainkan diberi kehidupan baru di industri pengiriman logistik.

Terrynz Tan, Sustainability Director Tetra Pak ASEAN menambahkan kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam infrastruktur cold chain menghadirkan tantangan tersendiri dalam memastikan makanan dan minuman dalam kondisi aman ketika dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya teknologi kemasan UHT dari Tetra Pak dinilai berperan penting dalam mengatasi tantangan tersebut dengan mengurangi kebutuhan pendinginan hingga 12 bulan. Sehingga menurunkan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca di seluruh rantai nilai.

“Keberlanjutan tidak hanya tentang mengurangi emisi, tapi juga menciptakan sistem resiliensi yang menguntungkan banyak pihak, lingkungan, dan perekonomian,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title