BRI Perkuat Ekonomi Lokal Desa Doudo Gresik lewat Semarak Merah Putih
- Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkuat ekonomi lokal Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, melalui program Desa BRILiaN yang diwujudkan lewat kegiatan 'Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI'. Kegiatan yang digelar Sabtu, 22 Agustus 2026, tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan potensi lokal dan UMKM sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra mengatakan, Desa Doudo terpilih sebagai salah satu Desa BRILiaN, yakni program pemberdayaan desa yang diinisiasi BRI.
"Desa Brilian adalah desa terpilih yang mendapatkan pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi langsung dari insan BRI, khususnya Mantri BRI. Fokus utamanya adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," ujar Reza, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Reza, 'Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI' digelar serentak di 18 titik di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Lokasi kegiatan dipilih dari desa-desa unggulan yang menjadi bagian dari ekosistem Desa BRILiaN.
Khusus di Jawa Timur, terdapat dua titik pelaksanaan, salah satunya Desa Doudo. Pemilihan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan Desa Doudo dalam mengembangkan potensi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi bersama BRI.
Salah satu fokus pendampingan BRI di Desa Doudo adalah mendorong potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Reza menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, banyak masyarakat Desa Doudo bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri. Ketika pandemi menyebabkan banyak warga kembali ke desa, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.
BRI kemudian memberikan pendampingan terhadap sejumlah potensi usaha, di antaranya pengolahan komoditas biji mente dan budidaya Aloe Vera atau lidah buaya.
Pendampingan tersebut tidak berhenti pada aspek pembiayaan. BRI mendorong pengembangan usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
"Harapannya bukan hanya produknya yang berkembang, tetapi ada perubahan dan nilai tambah yang benar-benar dirasakan warga," imbuh Reza.
Menurutnya, pemberdayaan desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan modal. Pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, serta akses pasar diperlukan agar usaha masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.