Pj Gubernur Jatim Ajak Masyarakat Mencintai Negara

Pj Gubernur Jatim Saat Menggelar Dzikir dan Doa Kebangsaan
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengajak masyarakat bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan Tuhan yang Maha Esa. Ia juga mengajak agar mencintai negara. Ajakan tersebut ia sampaikan saat menggelar dzikir dan doa kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis, 15 Agustus 2024.

img_title Sekdaprov Jatim Imbau Warga Tak Tolak Pendataan Petugas Sensus Ekonomi

"Ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Adhy mengatakan, dzikir dan doa kebangsaan ini menjadi momentum untuk mengisi kemerdekaan dengan meneladani perjuangan para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya.

img_title Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVI Jadikan JTCC Dishub Jatim sebagai Media Belajar

"Kemerdekaan Republik Indonesia ini tidak diraih dengan mudah tetapi diperjuangkan dan penuh dengan pengorbanan dari para pejuang, pahlawan, perintis kemerdekaan dan tentu saja tidak bisa kita memperoleh itu tanpa izin dari Allah," ungkap Adhy.  

Selain itu, Adhy menyebut bahwa dzikir dan doa ini sebagai upaya untuk menguatkan rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan. Menurutnya persaudaraan dan persatuan yang sudah ada harus terus dipupuk agar semakin kuat dan kokoh.

img_title Kemendagri Himpun Masukan Daerah terkait Penyelenggaraan 10 Program Direktif Presiden

"Ini salah satu caranya, dengan mengingat dan berdoa kepada Allah agar senantiasa menjaga kerukunan, persaudaraan diantara kita semua," tuturnya.

Maka dari itu, kata Adhy, kemerdekaan yang sudah diraih harus diisi dengan hal-hal positif yang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain, meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebab bisa beribadah menjalankan syariat merupakan suatu kenikmatan.

"Di mana di sisi lain masih banyak negara lain di belahan dunia yang lain yang beribadah saja sulit,  karena kondisi konflik atau penuh dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk beribadah," katanya.

Selain itu mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan mencintai negara yang diwujudkan melalui dukungan terhadap kebijakan, program, dan aturan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, sebagai bagian dari aparatur negara juga bisa menolak atau mengkritisi aturan atau kebijakan yang dinilai tidak memberikan bermanfaat bagi masyarakat.

"Tentu dengan cara-cara yang bijaksana," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title