Refleksi Sejarah dan Khotmil Qur’an Perigati Harlah PKB ke-27 di DPC PKB Gresik

Gus Ma’mun
Sumber :
  • Viva Jatim/Tofan

Gresik, VIVA Jatim – Menyambut Hari Lahir ke-27, seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik dari berbagai tingkatan menggelar tirakatan dan refleksi. Kegiatan ini digelar serentak di Kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Gresik serta seluruh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di tiap kecamatan.

img_title PKB Gresik Bahas Kepengurusan 2026–2031, Fokus Penguatan Organisasi

Di Kantor DPC PKB Gresik, tirakatan diisi dengan khataman Al-Qur’an, doa bersama, dan refleksi perjalanan partai sejak sebelum berdiri hingga saat ini. Acara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dewan Syuro PKB Gresik, KH. Ma’mun Zen.

Dalam refleksinya setelah memimpin khataman, KH. Ma’mun Zen atau Gus Ma’mun memaparkan sejarah pendirian PKB serta semangat perjuangan yang mengiringinya kepada para kader muda, khususnya dari organisasi sayap Garda Bangsa (Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa).

img_title Regenerasi PKB Gresik, Syahrul Munir Gandeng Kader Muda Perkuat Partai

Gus Ma’mun menegaskan bahwa PKB dibangun di atas fondasi jamaah dan kultur Nahdlatul Ulama (NU) sebagai basis ideologis. Oleh karena itu, menurutnya, penting untuk terus memperkuat jalinan silaturahmi dan menghidupkan basis kultural partai, terlebih di tengah situasi politik yang semakin pragmatis.

Ia pun mengajak para kader muda untuk kembali membangun PKB dengan semangat kebersamaan dan berbasis jamaah serta jam’iyah.

img_title Jelang Muktamar, Forbes NU 26 Soroti Tata Kelola PBNU

“Di Gresik, deklarasi pendirian PKB dilandasi semangat juang para ulama dan tokoh NU untuk menegakkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam ranah politik kebangsaan. Para pendiri berkorban bukan hanya moril, tetapi juga materiil, dengan gotong-royong membiayai kegiatan awal partai,” terang Gus Ma’mun, Rabu, 23 Juli 2025.

Gus Ma’mun kemudian mengisahkan proses kelahiran PKB yang tidak lepas dari dinamika politik pasca reformasi. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya di tengah gelombang reformasi. Sehari setelahnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima berbagai usulan dari warga NU di seluruh penjuru Indonesia untuk membentuk partai politik.

"Terdapat 39 nama yang diusulkan, termasuk Nahdlatul Ummah, Kebangkitan Umat, dan Kebangkitan Bangsa. Simbol yang paling banyak diusulkan mencakup bumi, bintang sembilan, dan warna hijau—semua merepresentasikan nilai-nilai Nahdliyin," ungkapnya.

Gus Ma’mun juga mengajak kepada seluruh kader, khususnya generasi muda PKB, untuk meneruskan perjuangan para pendiri dengan semangat kebersamaan dan pengabdian.

Halaman Selanjutnya
img_title