Ada yang Cari, Pedagang di Surabaya Nekat Jual Bendera One Piece
- VIVA Jatim/Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Bila di daerah lain pedagang takut menjual bendera One Piece karena khawatir dikaitkan dengan simbol-simbol terlarang, hal berbeda justru terlihat di Surabaya. Sejumlah pedagang tetap melayani permintaan konsumen, bahkan mengaku tidak merasa khawatir selama masih dalam koridor bisnis.
Salah satu pedagang yang mengaku menjual bendera One Piece adalah Richard (22), warga Darmo Kali, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Ia menyebut penjualan bendera bergambar simbol bajak laut dari serial anime itu murni karena ada permintaan dari pembeli.
"Iya, ada yang nyari. Beberapa yang cari ada," ujar Richard saat ditemui di lapak benderanya, Senin, 4 Agustus 2025.
Richard mengaku baru menjual bendera One Piece sejak Hari Minggu, kemarin. Ia sebelumnya tidak pernah menyetok bendera tersebut, namun berubah pikiran setelah beberapa orang menanyakan langsung. Hanya saja, bendera kontroversial tersebut tidak dipajang pada lapaknya sebagaimana pernak-pernik agustusan yang lain.
"Justru sebelumnya nggak jual. Karena ada yang cari, jadi jual," jelasnya.
Menurutnya, saat ini ia hanya memiliki stok terbatas.
"Cuma nggak banyak stoknya, cuma beberapa biji ini. Lima biji mungkin," ungkapnya.
Bendera yang ia jual berukuran cukup besar, sekitar 80x120 sentimeter, dan dibanderol seharga Rp25 ribu. Ia mengaku, bendera dominan warna hitam itu bukan buatannya sendiri, melainkan 'kulak' ke produsennya langsung.
Selama dua hari, Richard menyebut sebanyak dua lembar bendera yang laku. Pembelinya datang secara perorangan dan terlihat sebagai penggemar berat serial One Piece.
"Perorangan kayaknya. Iya, naik motor gitu. Motornya udah ada atribut One Piece semua. Sadel motornya ada One Piece. One Piece semua," kata Richard.
Saat ditanya apakah merasa khawatir dengan potensi pelarangan atau pengawasan dari aparat, Richard menjawab dengan tegas bahwa ia tak merasa takut.
“Nggak takut. Ya selama ada yang cari, ya nggak takut sih. Jualan tujuannya murni jualan. Ya, bisnis. Karena ada yang cari, kita jual. Iya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada aparat yang datang atau memperingatkan untuk tidak menjual bendera tersebut.