Gerindra Jatim Nilai Program Gentengisasi Bermanfaat Tingkatkan Ekonomi

Bendahara Gerindra Jatim, Ferdians Reza Alvisa
Sumber :
  • Viva Jatim/A Toriq A

Surabaya, VIVA Jatim – DPD Gerindra Jawa Timur menilai program 'Gentengisasi' yang diusulkan Presiden Prabowo adalah trobosan penting untuk mengurangi impor atap seng yang nilainya mencapai Rp 5 triliun pertahun.

img_title Banyak Keracunan MBG, Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Perhatikan Aspek Keamanan Pangan

Presiden Prabowo mengusulkan agar semua atap menggunakan genteng karena saat ini banyak atap di Indonesia yang masih memakai seng. 

"Karena angka impor atap seng itu hampir Rp 5 Triliun setiap tahunnya. Belum lagi kalau atap dari asbes itu bisa membahayakan kesehatan. Kalau genteng dari tanah liat relatif awet dan aman bagi manusia," kata Bendahara Gerindra Jatim, Ferdians Reza Alvisa, Rabu 11 Januari 2026.

img_title Survei Parpol di Jatim Versi ARCI : Gerindra Teratas, Demokrat Bergerak Naik

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini menyebut jika program gentengisasi berjalan, maka bisa membuka lapangan pekerjaan hingga puluhan ribu di Jatim karena permintaan genteng tanah liat yang akan meningkat.

"Kalau dari rumah subsidi saja di Jatim, satu rumah memerlukan sekitar seribu lebih genteng, maka orderan genteng ke pelaku UKM akan meningkat dan berpotensi menambah ribuan bahkan puluhan ribu lapangan kerja baru," jelasnya.

img_title Fraksi PKB Soroti Pertumbahan Ekonomi Jatim 5,84 Persen, tapi Kesenjangan Tambah Naik

"Genteng ini relatif aman, kalau rusak cukup mengganti yang rusak saja. Berbeda kalau atap seng kalau rusak harus satu plat besar untuk menggantinya," jelasnya.

Sementara Pakar Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono menyebut program gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo bagus dan memiliki potensi naiknya ekonomi kerakyatan.

"Program bagus untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat yang mungkin tidak mampu dan membangkitkan UKM lokal pengolahan genteng," kata Hendry saat dikonfirmasi.

Hendry menyebut program gentengisasi bisa berpotensi meningkatkan permintaan genteng yang terbuat dari tanah liat. Mayoritas, pembuat genteng dari tanah liat adalah UKM rumahan yang memiliki pekerja puluhan. 

"Itu melihat nanti permintaan genteng. Jika permintaan genteng meningkat maka akan bisa menambah tenaga kerja baru. Namun perlu dilihat juga teknologi di industri genteng bisa juga membuat produksi semakin cepat dan efisien tanpa harus menambah tenaga kerja," jelasnya.

Hendry masih menunggu bagaimana kebijakan pemerintah pusat soal petunjuk teknis program gentengisasi. Bila melibatkan banyak UKM maka akan semakin baik.

Halaman Selanjutnya
img_title