Qatar Digempur Israel, Prabowo Terbang ke Doha Temui Emir Sheikh Tamim bin Hamad

Presiden RI Prabowo Subianto
Sumber :
  • Viva.co.id

Doha, VIVA Jatim – Presiden Prabowo Subianto terbang ke Doha, Qatar, usai sebagian kawasan negara tersebut digempur Israel dengan serangan militer. Ke Doha, Prabowo ingin menunjukkan solidaritasnya langsung kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.

img_title Arsitektur Finansial Global dan Peran Strategis Ekonomi Islam

Prabowo terbang ke Qatar dengan pesawat kepresidenan pada Jumat, 12 September 2025.

"Presiden memutuskan untuk segera datang ke Qatar pascaserangan Israel ke Qatar pada Selasa, 9 September 2025, lalu," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip dari VIVA.

img_title Presiden Prabowo Diundang Buka Muktamar NU ke-35 di Jombang

Teddy menjelaskan, kedatangan Prabowo ke Qatar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan langsung Indonesia terhadap pemerintah dan rajyat Qatar setelah diserang zionis Israel. Sesampai di Doha, Prabowo langsung melakukan pertemuan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim.

Sebagaimana diketahui, Israel melancarkan serangan militer ke kawasan pemukiman di Doha pada Selasa, 9 September 2025. Israel berdalih serangan dengan bom itu ditujukan kepada para petinggi Hamas yang tengah berada di Doha untuk membicarakan rencana genjatan senjata yang dimediasi Amerika dan Mesir.

img_title Harkopnas ke-79 Serukan Kebangkitan Total Koperasi Sebagai Raksasa Ekonomi

Akibat serangan dengan bom tersebut, lima delegasi Hamas dan satu personel keamanan Qatar meninggal dunia. Serangan Israel tersebut kian memperburuk upaya gencatan senjata antara Israel dengan Hamas dari pihak Palestina.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel melancarkan serangan terhadap 6 negara di kawasan Arab. Selain Qatar, militer negeri zionis itu juga menyerang Yaman, Tunisia, Lebanon, Suriah, dan Palestina. Dalihnya sama, yaitu ditujukan kepada kelompok Hamas atau kelompok pasukan afiliasinya.

Di Palestina, misalnya, serangan Israel berkutat di Gaza. Sedikitnya 150 orang tewas dalam serangan itu, kebanyakan warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan. Pada Senin lalu saja, sebanyak 67 orang meninggal akibat serangan Israel.