Hadapi Musim Hujan, Pemkab Kediri Petakan Titik Rawan Bencana

Bupati Kediri Mas Dhito meninjau pelayanan di MPP.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Kediri, VIVA Jatim – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi sebagian besar daerah di Jatim akan memasuki musim hujan lebih awal. Menghadapi itu, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memetakan titik-titik rawan bencana sebagai bagian dari langkah pencegahan.

img_title Rumah Zakat dan FPRB Banyuwangi Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini di Sekolah

"[Antisipasi] Pertama, kita sudah melakukan pemetaan di beberapa titik yang memang berpotensi bencana, baik itu longsor atau banjir. Dua hal itu," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, Rabu, 24 September 2025.

Dengan mitigasi bencana, papar Mas Dhito, warga sekitar bisa lebih tanggap dan meminimalisir terjadinya korban maupun kerugian yang lebih parah.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Senin, 20 Juli 2026 Berdasarkan BMKG

Menurut data BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, data menunjukkan 70 dari 74 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 94,5 persen wilayah di Jawa Timur akan mengalami awal musim hujan yang maju.

Hanya satu ZOM yang diprediksi sama dengan kondisi normal dan satu ZOM lainnya mundur.

img_title Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, Minggu, 19 Juli 2026 Berdasarkan BMKG

Secara rinci, BMKG memaparkan bahwa 66,2 persen wilayah atau 49 ZOM di Jawa Timur diprediksi akan memasuki musim hujan pada Oktober 2025.

Sementara itu, 18,8 persen wilayah akan masuk musim hujan pada November 2025, dan 10,9 persen pada September 2025.

Mas Dhito menjelaskan, dampak hujan deras bisa menimbulkan bencana banjir maupun tanah longsor. Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang tinggal di dataran tinggi maupun bersebelahan agar selalu waspada.

"Kita mengimbau kepada masyarakat terutama yang berada di Lereng Wilis, yang berada di daerah-daerah rawan longsor atau banjir, untuk bisa lebih waspada lagi," ujar Mas Dhito.