Masyarakat Diminta Waspada dengan Lonjakan Influenza di Malaysia

Ilustrasi virus
Sumber :
  • Viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim-Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) sekaligus Ketua Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases, ITD UNAIR, Laura Navika Yamani menyoroti peningkatan kasus influenza di Malaysia. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.

img_title Kembangkan Layanan Berbasis AI, RS Korpri Pura Raharja Kerjasama dengan RS CKU St. Mary's Internasional Korsel

Laura mengungkapkan faktor yang membuat kasus influenza di Malaysia meningkat karena perubahan musim dan cuaca lembab. Hal tersebut bahkan tidak hanya menyebabkan peningkatan kasus di Malaysia saja tetapi di kawasan Asia Tenggara. Selain itu penurunan kekebalan pasca pandemi Covid 19 juga menjadi faktor pemicu.

"Selama pandemi, interaksi sosial berkurang drastis dan sirkulasi virus flu menurun, sehingga banyak individu terutama anak-anak belum memiliki kekebalan alami terhadap virus influenza yang beredar saat ini," ujarnya dalam siaran persnya.

img_title Kapas Tinggi

Kemudian indikasi adanya variasi strain influenza A (seperti H3N2 atau H1N1) yang mungkin telah mengalami pergeseran antigenik (antigenic drift), membuat vaksin flu musiman menjadi kurang efektif.

Indonesia sebagai negara dengan mobilitas tinggi dan kedekatan geografis dengan Malaysia juga menghadapi risiko yang signifikan untuk mengalami kejadian serupa.

img_title HUT ke-52, RS Korpri Pura Raharja Tambah Layanan Penyakit Dalam, Jantung, Mata, Syaraf, Rehab hingga Psikolog Klinis

“Namun demikian, risiko ini dapat ditekan bila sistem surveilans ILI/SARI di puskesmas dan rumah sakit diperkuat, serta masyarakat didorong untuk berperilaku hidup bersih dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala flu berat,”jelasnya.

Lebih lanjut, Laura mengatakan lonjakan ini perlu dianalisis secara komprehensif untuk memahami pola penularan dan faktor risikonya.

“Langkah pertama adalah memastikan bahwa kenaikan ini memang mencerminkan peningkatan kasus nyata di masyarakat, bukan sekadar akibat peningkatan pelaporan atau tes laboratorium. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, lonjakan tersebut terlihat pada peningkatan jumlah klaster influenza di sekolah dan institusi pendidikan, serta peningkatan kasus influenza-like illness (ILI) di fasilitas kesehatan,” jelasnya.