3 Kecamatan Terdampak Erupsi Semeru, Bau Belerang Bikin Sesak Warga
- Istimewa
Lumajang, VIVA Jatim – Aroma belerang yang terbawa angin saat Gunung Semeru erupsi pada Rabu, 19 November 2025, siang tadi, menyebabkan sebagian warga mengeluhkan sesak napas dan rasa tidak nyaman.
Di wilayah Pronojiwo, Candipuro, hingga Rowokangkung, angin membawa aroma belerang yang pekat. Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga yang tengah dievakuasi.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, gangguan pernapasan dan rasa tidak nyaman mulai muncul akibat paparan bau belerang yang menyelimuti kawasan sekitar luncuran awan panas Gunung Semeru.
"Petugas TRC pun bergerak cepat membagikan masker untuk mengurangi risiko iritasi bagi warga, khususnya anak-anak dan lansia," tulis Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam laporannya.
Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa dalam musibah ini. Petugas dikatakannya, terus memastikan proses evakuasi berjalan lancar meski cuaca di sekitar Gunung Semeru terpantau berawan hingga hujan ringan.
Dia mengatakan, BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan PPGA Semeru dan BPBD Lumajang untuk memantau potensi erupsi lanjutan. Tim Reaksi Cepat juga melakukan patroli menyisir kawasan terdampak, mengatur pergerakan warga, serta memastikan jalur evakuasi aman.
Luncuran awan panas akibat erupsi Semeru di Lumajang.
- Istimewa
Pihaknya mengimbau warga tetap waspada dan mematuhi arahan petugas, mengingat kondisi Semeru masih sangat dinamis dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.
"Warga juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan belerang," tutupnya.
Seperti diketahui, aktivitas Semeru meningkat drastis setelah luncuran atau Awan Panas Guguran (APG) terjadi pada pukul 14.13 WIB. Letusan tersebut disertai getaran kuat yang terekam seismograf, bahkan menunjukkan adanya getaran banjir yang dipicu luncuran material vulkanik.
Status Semeru kini berada pada Level IV atau Awas, dengan jarak luncur APG mencapai 14 kilometer dari puncak dan dominan mengarah ke utara. Akses menuju wilayah yang berpotensi terpapar juga langsung ditutup, termasuk Jembatan Gladak Perak.
Berdasarkan laporan, sementara ini erupsi Semeru berdampak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung. Tiga titik pengungsian kini telah menampung ratusan warga. Yakni di Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Penanggal, dan SD Supiturang.