Hujan Lebat, Lumajang Diterjang Banjir dan Longsor

Ilustrasi Bencana Alam.
Sumber :
  • AI

Lumajang, VIVA Jatim-Hujan dengan intensitas lebat sejak Minggu, 1 November 2026 pukul 22.00 WIB hingga Senin, 2 November 2026 pagi WIB menyebabkan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di wilayah Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. Selain itu, aliran Sungai Gilidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut.

img_title Karhutla Masuk Fase Kritis, Polda Jatim Tetapkan Status Siaga

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan peningkatan debit air pada aliran Sungai Gilidik menyebabkan Jembatan penghubung Malang–Lumajang via Jembatan lebakharjo (Wilayah Kec. Ampelgading) masih belum dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Namun demikian Jalur utama Malang - Lumajang sudah dapat dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4 berdasarkan laporan BPBD Jatim pukul 14.00 WIB.

img_title UMM dan UNILU Ajak Desa Tukum Lumajang Olah Limbah Organik Jadi Pakan Cacing

"Akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter juga putus akibat tergerus banjir," ujar Satriyo Nurseno saat dikonfirmasi.

Satriyo mengungkapkan pemantauan getaran banjir gunung semeru berdasarkan informasi Pos Pantau Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru pada Senin, 2 November 2026 pukul 00.55 WIB getaran banjir mulai terpantau. Pada pukul 01.35 WIB, Amax mencapai 65 mm. Dan pada pukul 02.29 WIB, Amax kembali tercatat 65 mm. Lalu pada pukul 02.40 WIB, Amax 65 mm.

img_title Gunung Bromo Terbakar Lagi, BPBD Jatim Langsung Kirim Water Bombing

Dan pada pukul 10.33 WIB Amax tercatat 06 mm.

"Luapan air dan banjir lahar dingin ini, tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang terdampak cukup parah," katanya.

Satriyo mengungkapkan di Kecamatan Pasirian, tanggul aliran Sungai Regoyo mengalami kerusakan parah akibat tingginya debit air. Di Kecamatan Jatiroto, genangan setinggi 20 cm hingga 60 cm melanda Dusun Persil, Desa Rojopolo (RW 09, RW 10, RW 11) dan berdampak pada kurang lebih 500 jiwa.

Lalu di Kecamatan Tempursari menjadi wilayah terdampak paling parah dengan estimasi 600 jiwa terdampak. Di mana longsor memutus jalan tembusan Tamansari-Iburaja, Desa Kaliuling, serta memicu pohon tumbang di wilayah Halimo.

Dampak luapan Sungai Rawaan, Sungai Dol, dan Sungai Glidik di Kecamatan Tempursari juga mengakibatkan tanggul jebol di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo. Sebanyak tiga unit rumah warga dilaporkan mengalami ambruk pada bagian teras, sementara 10 rumah lainnya terancam ambrol akibat gerusan tanah di sekitar fondasi bangunan.

Halaman Selanjutnya
img_title